Ekonomi

Transaksi Emas Meningkat Selama Pandemi Berlangsung, Apa Penyebabnya?

Saat ini di tengah pandemi Covid-19, harga emas di pasaran justru sedang tinggi-tingginya. Posisi ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.

Editor: Geafry Necolsen
Antara Foto
Saat ini di tengah pandemi Covid-19, harga emas di pasaran justru sedang tinggi-tingginya. Posisi ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah. 

TRIBUNKALTIM.CO - Saat ini di tengah pandemi Covid-19, harga emas di pasaran justru sedang tinggi-tingginya.

Posisi ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah penjualan emas.

Mengapa harga emas justru melambung ketika terjadi pergolakan atau ketidakpastian ekonomi seperti saat ini?

Menanggapi hal itu, perencana keuangan Safir Senduk menjelaskan emas menjadi diminati saat terjadi gonjang-ganjing perekonomian dikarenakan oleh nilai intrinsik dan nominal emas yang sama.

"Ada nilai intrinsik yang setara dengan nilai nominalnya," kata Safir kepada Kompas.com baru-baru ini.

Nilai intrinsik adalah nilai yang terkandung dalam bahan pembuatan, sementara nilai nominal adalah nilai yang melekat pada benda tersebut setelah menjadi suatu produk.

Contoh mudah adalah pada uang.

"Uang itu ada nilai nominal ada nilai intrinsik. Nilai nominal adalah (nominal) uang yang tercantum di bahannya (kertasnya), sementara nilai intrinsik adalah nilai bahan itu sendiri," ujar Safir.

"Jadi, bisa jadi uang (nominal) Rp 100.000 itu nilai kertasnya (intrinsiknya) cuma Rp 10.000, tapi pada emas nilai nominal dan nilai intrinsik, InsyaAllah sama," lanjut dia.

Membeli emas

Jadi ketika selembar uang kertas sobek atau terpotong menjadi dua bagian, maka nilai nominal dari uang tersebut hilang.

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved