Covid Bermutasi Lagi, N439K Terdeteksi di Indonesia Sejak Akhir Tahun 2020

Pemerintah mengaku belum dapat memastikan jumlah dan penyebaran kasus mutasi virus corona N439K di Indonesia.

Editor: Geafry Necolsen
Tribunnews
Pemerintah mengaku belum dapat memastikan jumlah dan penyebaran kasus mutasi virus corona N439K di Indonesia. 

TRIBUNKALTM.CO- Varian virus corona N439K sudah terdeteksi di Indonesia sejak 2020.

Hal itu disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (13/3/2021). 

"Sejak akhir November sudah dilaporkan ada N439K karena semua mutasi harus dilaporkan ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID)," kata Nadia.

Nadia mengaku belum dapat memastikan jumlah dan penyebaran kasus mutasi virus corona N439K di Indonesia.

Apa saja yang perlu kita ketahui soal varian virus corona N439K?

1. Tempat terdeteksi

Melansir The Hindu, 31 Januari 2021, mutasi N439K pertama kali terdeteksi di Skotlandia pada Maret 2020.

Sejak saat itu, garis keturunan kedua B.1.258 telah muncul secara independen di negara-negara Eropa lainnya.

Pada Januari 2021, ilmuwan mengatakan garis keturunan ini telah terdeteksi di lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

Diberitakan BBC, 28 Januari 2021, mutasi yang muncul di Skotlandia ditemukan pada sekitar 500 sampel yang diambil dari pasien di Skotlandia.

2. Penularan

Mengutip EurekAlert, 28 Januari 2021, peneliti menemukan virus yang membawa mutasi ini sangat tinggi tingkat virulensinya, termasuk kemampuannya menyebar.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved