Sejarah

Mengenang Wakil Presiden Bung Hatta, Tak Mau Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

Karena harganya yang mahal, Wakil Presiden RI pertama ini Bung Hatta harus menabung untuk bisa membeli sepatu impiannya

Istimewa
Karena harganya yang mahal, Wakil Presiden RI pertama ini Bung Hatta harus menabung untuk bisa membeli sepatu impiannya 

TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Presiden Pertama Indonesia Mohammad Hatta (Bung Hatta) meninggal dunia pada 14 Maret 1980.

Kondisi Bung Hatta sebenarnya sudah mulai menurun sejak Maret 1976, bahkan sudah sampai pada titik mengkhawatirkan.

Saat itu, satu tim ahli yang dipimpin oleh oleh dr Halim tak henti-hentinya mengawasi Bung Hatta selama satu bulan.

Setelah melewati serangkaian, kondisi Bung Hatta pun berangsur pulih.

Sebelum meninggal dunia, Bung Hatta sempat dirawat di Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat sejak 3 Maret 1980 karena serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan sakit gula.

Berikut selembar kenangan seputar Bung Hatta...

Sepatu Bally yang tak pernah terbeli

Semasa hidupnya, Bung Hatta berkeinginan untuk memiliki sepatu Bally, merek sepatu bermutu tinggi pada 1950-an.

Ia bahkan menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, dikutip dari Harian Kompas, 25 April 2002.

Karena harganya yang mahal, Wakil Presiden RI ini Bung Hatta harus menabung untuk bisa membeli sepatu impiannya itu.

Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau membantu kerabat dan kawan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved