Sejarah

Bleguran, Awalnya Digunakan untuk Menakuti Musuh di Zaman Kolonial

Bleguran adalah permainan anak-anak yang dilakukan pada sore hari selama bulan Ramadan dengan bambu besar berkarbit untuk mendapatkan suara dentuman m

GNFI
Bleguran adalah permainan anak-anak yang dilakukan pada sore hari selama bulan Ramadan dengan bambu besar berkarbit untuk mendapatkan suara dentuman mirip meriam, namun tanpa peluru. 

Bleguran, Awalnya Digunakan untuk Menakuti Musuh di Zaman Kolonial

TRIBUNKALTIM.CO - Saat bulan suci Ramadan tiba, ada banyak aktivitas berbeda dari bulan-bulan biasa yang akan dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang beragama Islam.

Mulai dari berburu takjil, buka puasa, salat tarawih, itikaf, sahur hingga berkegiatan sambil menunggu azan Maghrib atau yang lebih dikenal dengan sebutan ngabuburit.

Ngabuburit bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari jalan-jalan, mendatangi pasar kuliner untuk berburu takjil hingga bermain.

Baca juga: Layang-Layang, Permainan Tradisional yang Kembali Ngetren Saat Pandemi

Baca juga: Sejarah Lomba Balap Karung, Kini Pakai Helm Agar Lebih Sporty

Nah, di Jakarta sendiri, dahulu ada sebuah tradisi bermain yang disebut dengan ‘bleguran’ yang dilakukan saat ngabuburit sambil menunggu azan Maghrib tiba.

Bleguran adalah permainan anak-anak yang dilakukan pada sore hari selama bulan Ramadan dengan bambu besar berkarbit untuk mendapatkan suara dentuman mirip meriam, namun tanpa peluru.

Di daerah lain, di Kalimantan misalnya, permainan ini juga disebut 'leduman' atau 'laduman'.

Menurut sejarawan, penulis, sekaligus pendiri penerbitan Komunitas Bambu, JJ Rizal, sekitar tahun 70-an, warga Jakarta lebih memilih menunggu waktu berbuka puasa dengan melakukan aktivitas sembahyang di rumah atau melakukan kegiatan berkelompok bersama warga kampung.

Ilustrasi tempat ngabuburit seru di Jakarta.
Ilustrasi tempat ngabuburit seru di Jakarta. (instagram/uncle_syaf)

“Ya ada, jadi walaupun ada yang bilang tidur saja lebih baik daripada menimbulkan dosa gitu ya, tapi ngabuburit itu bisa dilakukan macam-macam. Misalnya, dulu ada ngabuburit digunakan untuk menyiapkan aneka macam permainan. Misal para remaja mempersiapkan permainan bleguran begitu ya,” ujar Rizal, dikutip dari Kompas.com.

Rizal mengatakan, menjelang berbuka para remaja pada masa itu akan pergi ke kebun untuk mencari bambu kentung atau bambu yang memiliki rongga yang besar sebagai bahan dasar membuat bleguran.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved