Internasional

Protes Kudeta Militer di Myanmar Makin Besar, Mengingatkan Peristiwa 1998 di Indonesia

Gelombang protes menentang kudeta militer di Myanmar tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera surut, bahkan bertambah besar.

Istimewa
Gelombang protes menentang kudeta militer di Myanmar tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera surut, bahkan bertambah besar. 

TRIBUNKALTIM.CO - Gelombang protes menentang kudeta militer di Myanmar tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera surut, bahkan bertambah besar.

Hal ini kembali mengingatkan publik akan peristiwa serupa di Indonesia pada 1998 silam.

Inilah aksi terbesar di Myanmar sejak Revolusi Saffron menentang rezim militer pada 2007 yang dipimpin barisan biksu Buddha berkain oranye.

Protes massal, ditandai dengan gerakan pembangkangan sipil, belakangan semakin dihadapi dengan unjuk kekuatan oleh aparat keamanan.

Hingga Rabu (3/3/2021), sebanyak 18 orang meninggal dunia sejak pergolakan menentang kudeta pada 1 Februari lalu, seperti yang dilansir dari BBC News Indonesia pada Rabu (3/3/2021). 

Fakta itulah yang membuat salah seorang penggerak aksi, Khin Lay, semakin resah.

"Penumpasan dan penindasan terhadap pengunjuk rasa oleh polisi dan tentara terhadap pemrotes semakin brutal. Di Yangon dan Mandalay, mereka menembaki pengunjuk rasa yang menggelar aksi secara damai, tanpa kekerasan," ungkap Khin Lay.

"Mereka juga semakin banyak menciduk warga. Itulah salah satu ketakutan saya yang utama," ujar Khin Lay yang tinggal di kota terbesar, Yangon.

Tindakan tersebut sejalan dengan peringatan pemerintahan militer pimpinan Jenderal Senior Min Aung Hlaing bahwa pihak berwenang tak akan segan-segan mengambil tindakan tegas guna mengendalikan unjuk rasa jika terus berlanjut.

Lebih lanjut, dalam pidato yang dibacakan dalam siaran televisi negara pada Senin (1/3/2021), Panglima Angkatan Bersenjata Min Aung Hlaing mengatakan pemimpin protes dan "penghasut" akan dihukum.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved