Internasional

Diblokir Facebook & Instagram, Militer Myanmar Sampaikan Ancaman Kematian Lewat TikTok

TikTok didesak mengambil tindakan atas ratusan video ancaman kekerasan yang membanjiri platform milik perusahaan China tersebut.

Istimewa
Facebook, yang telah lama dikritik karena gagal menghentikan penyebaran ujaran kebencian dan disinformasi di platformnya di Myanmar, baru-baru ini melarang akun resmi militer. 

TRIBUNKALTIM.CO - TikTok didesak mengambil tindakan atas ratusan video ancaman kekerasan yang membanjiri platform milik perusahaan China tersebut.

Melansir Guardian pada Rabu (3/3/2021), sejumlah video memperlihatkan pria berseragam militer yang mengancam akan membunuh pengunjuk rasa anti-kudeta di Myanmar, kadang-kadang sambil mengacungkan senjata.

Polisi dan tentara Myanmar telah dikecam secara luas karena menggunakan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa damai. Demonstrasi massa Myanmar sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir yang menyerukan kembalinya demokrasi.

Pada Rabu (3/3/2021), sedikitnya 38 orang tewas akibat tembakan peluru tajam aparat kepolisian di beberapa kota, menurut laporan PBB. Demonstrasi kemarin menjadi hari paling berdarah sepanjang unjuk rasa melawan kudeta militer Myanmar.

Sementara petugas telah berulang kali menggunakan kekerasan untuk mencoba menghancurkan protes, pria berpakaian tentara dan seragam polisi menggunakan TikTok untuk mengancam publik.

Video itu tetap tersebar di Myanmar meskipun pedoman aplikasi media sosial milik China melarang hasutan untuk melakukan kekerasan.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Terkejut, Kudetanya Mendapat Banyak Tentangan

Baca juga: Protes Kudeta Militer di Myanmar Makin Besar, Mengingatkan Peristiwa 1998 di Indonesia

Baca juga: Polisi Myanmar Beralih Mendukung Demonstran Penentang Kudeta

Dalam satu video, seorang pria bertopeng menggunakan seragam militer lengkap menyebut pendukung pemimpin demokrasi yang digulingkan, Aung San Suu Kyi, sebagai "bajingan merah."

Dia mengacu pada warna partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). “Jangan sentuh Jenderal Min Aung Hlaing. Ini akan mengorbankan nyawa Anda. Dengar? Anda akan mati," serunya dalam video itu.

Video yang diunggah pada 13 Februari itu telah ditonton lebih dari 180.000 kali. Itu tetap online pada Rabu (3/3/2021).

Video lain lebih eksplisit. Pengguna @Yekoko119 pada 27 Februari mengancam akan menembak dan melempar granat ke arah pendukung NLD. Oknum dalam video menyebut "yang berkumpul dalam kelompok untuk memprotes (militer Myanmar) kurang ajar, dan semua bisa mati.”

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved