Sains

Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Zona waktu merupakan fenomena yang muncul dalam dunia modern saat orang-orang terhubung dengan orang-orang lainnya di seluruh dunia.

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Zona waktu merupakan fenomena yang muncul dalam dunia modern saat orang-orang terhubung dengan orang-orang lainnya di seluruh dunia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Apa yang Bakal Terjadi jika Dunia Tak Ada Zona Waktu? Seberapa penting zona waktu? Dan apa yang akan terjadi jika waktu selalu sama di setiap titik di Bumi?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu bergelayut di pikiran beberapa orang yang menghabiskan waktu berjam-jam dalam penerbangan jarak jauh.

Zona waktu merupakan fenomena yang muncul dalam dunia modern saat orang-orang terhubung dengan orang-orang lainnya di seluruh dunia.

Zona waktu standar pertama kali diadopsi di Inggris oleh operator kereta api pada 1847. Railway Clearing House merekomendasikan supaya Greenwich Mean Time ( GMT) di London, Inggris, untuk diterapkan di semua stasiun.

Setelah itu, langkah tersebut diikuti oleh zona waktu standar di Selandia Baru (11 jam dan 30 menit sebelum GMT) pada 1868 sebagaimana dilansir Science Alert.

Pada 13 Oktober 1884, para ahli geografi dan astronomi menetapkan Royal Observatorium di Greenwich sebagai Garis Bujur Utama dan menjadi standar waktu dunia.

Penerapan GMT didasari oleh perjalanan matahari ketika melewari garis meridian nol derajat di Royal Observatorium di Greenwich.

Setelah itu, banyak sekali negara-negara di seluruh dunia mengadopsi standardisasi waktu dari GMT.

Kini, rujukan waktu internasional digantikan dengan Universal Time Coordinate ( UTC) yang menggunakan jam atom sebagai patokan keseragaman detik secara internasional.

Pergantian dari jam matahari ke jam atom menjadi tanda bahwa GMT bukan lagi rujukan waktu internasional.

Penghapusan zona waktu

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved