Kekebalan Tubuh Anak Lebih Kuat Melawan Virus Corona, Ini Buktinya

kebanyakan anak-anak yang terinfeksi Covid-19 tidak jatuh sakit separah orang dewasa. Umumnya mereka mengalami gejala ringan atau tanpa gejala.

Editor: Geafry Necolsen
Shutterstock
Kebanyakan anak-anak yang terinfeksi Covid-19 tidak jatuh sakit separah orang dewasa. Umumnya mereka mengalami gejala ringan atau tanpa gejala. 

Kekebalan Tubuh Anak Lebih Kuat Melawan Virus Corona, Ini Buktinya

KOMPAS.com - Penelitian menunjukkan, bahwa anak-anak di bawah usia 10 hingga 14 tahun lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi virus corona yang menyebabkan Covid-19, dibandingkan dengan orang yang berusia 20 tahun ke atas.

Namun demikian, bukan berarti tak bisa terinfeksi sama sekali. Anak-anak dari segala usia bisa terinfeksi virus corona.

Tapi, kebanyakan anak-anak yang terinfeksi Covid-19 tidak jatuh sakit separah orang dewasa. Umumnya mereka mengalami gejala ringan atau tanpa gejala.

Melansir Web MD, penelitian terbaru mengungkap alasan mengapa sebagian besar anak-anak terhindari dari infeksi Covid-19 yang parah.

Baca juga: Orang Dewasa Justru Menjadi Penyebar Covid-19 Terburuk

Baca juga: Kasus Covid Meningkat, Perlukah Bayi dan Balita Mengenakan Masker? Ini Jawaban Dokter Spesialis Anak

Dalam studi tersebut, temuan menunjukkan, sistem kekebalan anak-anak menyerang virus corona lebih cepat dan lebih agresif daripada sistem kekebalan orang dewasa.

Para peneliti menganalisis sampel darah dari 48 anak-anak dan 70 orang dewasa yang tinggal di 28 rumah tangga di Melbourne, Australia, dan yang terinfeksi, atau terpapar, virus corona.

Tanggapan kekebalan peserta dinilai selama fase akut infeksi Covid-19 dan hingga dua bulan setelah itu.

Dari analisis tersebut, rupanya anak-anak memiliki respons kekebalan tubuh yang lebih kuat terhadap virus daripada orang dewasa.

"Infeksi virus corona pada anak-anak ditandai dengan aktivasi neutrofil, sel darah putih khusus yang membantu menyembuhkan jaringan yang rusak dan mengatasi infeksi, dan pengurangan sel imun responden pertama seperti monosit, sel dendritik, dan sel pembunuh alami dari darah," kata penulis studi Melanie Neeland, dari Murdoch Children's Research Institute.

"Ini menunjukkan, sel-sel kekebalan yang melawan infeksi ini bermigrasi ke situs infeksi, dengan cepat membersihkan virus sebelum memiliki kesempatan untuk benar-benar bertahan," katanya.

“Temuan itu juga menunjukkan bahwa sistem kekebalan bawaan, garis pertahanan pertama melawan kuman, sangat penting untuk mencegah Covid-19 parah pada anak-anak,” imbuh Neeland.

Menariknya, reaksi sistem kekebalan ini tidak terjadi pada tubuh orang dewasa.

Melindungi anak dari Covid-19
Melindungi anak dari Covid-19 (Shutterstock)

Studi yang telah diterbitkan online 17 Februari di jurnal Nature Communications ini juga menemukan, bahwa anak-anak dan orang dewasa yang terpapar, tetapi hasil tes Covid-19 negatif, juga telah mengubah respons kekebalan.

"Baik anak-anak maupun orang dewasa mengalami peningkatan jumlah neutrofil, hingga tujuh minggu setelah terpapar virus, yang dapat memberikan tingkat perlindungan dari penyakit," kata Neeland.

Hingga saat ini, belum jelas mengapa anak-anak memiliki sistem kekebalan yang mampu melawan gejala Covid-19 daripada orang dewasa. Bahkan, anak-anak yang terinfeksi, hingga sepertiganya tidak menunjukkan gejala.

Pasalnya, ini sangat berbeda dengan prevalensi dan tingkat keparahan yang lebih tinggi, yang diamati pada anak-anak untuk kebanyakan virus pernapasan lainnya.

"Memahami perbedaan mendasar terkait usia dalam tingkat keparahan Covid-19 akan memberikan wawasan dan peluang penting untuk pencegahan dan pengobatan, baik untuk Covid-19 dan kemungkinan pandemi lain di masa depan," ujar Neeland.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved