Jangan Dibuang Sembarangan, Limbah Masker Berpotensi Menularkan Virus Corona

Bahaya dari limbah medis ini bukan hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga berpotensi menyebarkan virus. 

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Bahaya dari limbah medis ini bukan hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga berpotensi menyebarkan virus.  

Apalagi, masker medis umumnya memiliki beberapa lapisan yang memengaruhi ketahanan virus, apabila menempel di permukaan masker.

"Ketahanan virus dimasing-masing permukaan benda berbeda beda. Untuk masker bedah bagian dalam, virus bisa bertahan sampai 7 hari dan dibagian luar masker, virus bisa bertahan lebih dari 7 hari," ungkap dr. Ratih.

Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menggunakan masker bedah, tentu bagian dalam masker mengandung virus karena berkontak langsung dengan mulut dan hidung.

Sementara masyarakat yang belum terinfeksi, bagian luar maskernya mengandung virus akibat paparan dari luar.

"Kemudian ketahanan alat pelindung diri seperti masker N95 bisa bertahan sampai 21 hari, sarung tangan karet 4 hari, plastik 12 hari, dan stainles 14 hari" lanjutnya.

Disinfeksi Masker Sebelum Dibuang

Untuk mengurangi penyebaran virus akibat limbah medis ini, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan masyarakat.

Salah satunya dengan cara mendisinfeksi masker sebelum dibuang dan memisahkannya dengan sampah lain.

Riset mengungkapkan, bahwa semua tipe disinfektan ternyata bekerja baik, termasuk disinfektan sederhana, seperti pemutih bisa digunakan untuk mematikan virus corona.

Sementara untuk APD (Alat Pelindung Diri), termasuk masker bedah, hasil riset mengungkapkan cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi penyebaran virus corona dari limbah masker rumah tangga dengan pemanasan oven selama 45 menit pada suhu 70 derajat.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved