Sains

42.000 Tahun Lalu Medan Magnet Bumi Terbalik, Berpotensi Terjadi Lagi

Terbaliknya medan magnet ini rupanya efeknya sangat merusak, menciptakan cuaca ekstrem dan kemungkinan menyebabkan kepunahan besar mamalia dan Neander

Istimewa
Terbaliknya medan magnet ini rupanya efeknya sangat merusak, menciptakan cuaca ekstrem dan kemungkinan menyebabkan kepunahan besar mamalia dan Neanderthal. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sekitar 42.000 tahun yang lalu, sesuatu luar biasa terjadi di planet ini. Medan magnet Bumi terbalik.

Untuk sementara waktu medan magnet utara adalah selatan dan medan magnet selatan adalah utara.

Terbaliknya medan magnet ini rupanya efeknya sangat merusak, menciptakan cuaca ekstrem dan kemungkinan menyebabkan kepunahan besar mamalia dan Neanderthal.

Seperti dikutip dari New Scientist, Senin (22/2/2021) hasil tersebut didapat setelah peneliti melakukan analisis terhadap cincin pohon yang memfosil.

Seperti diketahui medan magnet Bumi meluas hingga ke luar angkasa dan paling terkonsentrasi di kutub utara dan selatan.

Terkadang medan magnet memang berbalik setiap 200.000 hingga 300.000 tahun, tetapi kita memiliki sedikit bukti tentang bagaimana hal tersebut berdampak pada planet Bumi.

Kini melalui sebuah studi, akhirnya Alan Cooper dari South Australian Museum di Adelaide, Australia, bersama rekan-rekannya berhasil menemukan beberapa jawabannya tentang misteri medan magnet Bumi yang pernah terbalik pada 42.000 tahun lalu.

Baca juga: Medan Magnet Bumi Melemah, Satelit dan Pesawat Luar Angkasa Mulai Terpengaruh

Baca juga: Magnet Bisa Jadi Mainan Berbahaya untuk Anak, Kasus Ini Buktinya

Tim melakukan analisis radiokarbon pada cincin pohon kauri purba (Agathis australis) yang diawetkan untuk mempelajari pembalikan medan magnet paling terakhir di Bumi yang disebut Laschamp.

"Pohon itu hidup melewati peristiwa Laschamps. Dan untuk mendeteksi secara tepat kapan medan magnet terbalik kami menggunakan pergeseran radiokarbon dan karbon-14," jelas Cooper.

Magnetosfer bumi atau wilayah di sekitar planet yang didominasi oleh medan magnet bumi melemah saat kutub magnet terbalik.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved