Flora dan Fauna

Sulit Membedakan Jantan dan Betina, Kenapa Burung Tidak Punya 'Burung'?

Jika Anda memperhatikan lebih saksama, hampir semua burung dan unggas seperti ayam jago, elang, dan burung lainnya tidak memiliki sesuatu yang biasa d

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Jika Anda memperhatikan lebih saksama, hampir semua burung dan unggas seperti ayam jago, elang, dan burung lainnya tidak memiliki sesuatu yang biasa digunakan dalam proses berhubungan seks 

TRIBUNKALTIM.CO - Seperti yang kita tahu, burung, ayam dan unggas lainnya berkembang biak dengan cara bertelur.

Namun, pernahkah Anda berpikir bagaimana cara mereka melakukan proses perkawinan? Bagaimana cara burung jantan berhubungan seks dengan sang betina?

Jika Anda memperhatikan lebih saksama, hampir semua burung dan unggas seperti ayam jago, elang, dan burung lainnya tidak memiliki sesuatu yang biasa digunakan dalam proses berhubungan seks untuk melakukan pembuahan internal, yaitu penis atau sebut saja 'burung'..

Lantas, mengapa burung dan jenis unggas darat lainnya tidak memiliki 'burung'?

Dilansir dari Smithsonian Magazine, hanya ada beberapa unggas yang memiliki penis eksternal seperti burung unta, bebek dan angsa. Selebihnya, kebanyakan unggas darat jantan tidak memiliki organ kelamin eksternal.

Alih-alih menggunakan penis untuk membuahi sel telur betina saat kawin, mereka mengeluarkan sperma dari kloaka, lubang yang juga digunakan untuk mengeluarkan urin dan kotoran, dan meneruskannya ke kloaka betina.

Uniknya, kebanyakan jenis unggas darat sebenarnya memiliki penis saat masih menjadi embrio awal. 

Kemudian, saat berkembang, gen yang disebut Bmp4 memicu aliran sinyal kimiawi yang menyebabkan sel-sel di penis yang sedang berkembang mati dan layu.

Martin Cohn dari University of Florida di Gainesville, membandingkan perkembangan embrio dua jenis burung darat yang tak memiliki penis (ayam dan burung puyuh) dengan dua spesies unggas air yang memiliki penis melingkar yang dapat memanjang (angsa dan bebek).

Dengan menggunakan mikroskop elektron, mereka menemukan bahwa pada tahap awal perkembangan, embrio jantan dari kedua kelompok ini memiliki prekursor penis.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved