Tak Cukup dengan Dijemur, Ini Alasan Mengapa Masker Kain Harus Dicuci Setiap Hari?

Salah satu cara untuk mencegah virus masuk dalam tubuh yakni dengan menggunakan masker kain minimal dua lapis.

istimewa
Ilustrasi menjemur masker kain setelah dicuci. 

Tak Cukup dengan Dijemur, Ini Alasan Mengapa Masker Kain Harus Dicuci Setiap Hari?

TRIBUNKALTIM.CO - Penyebaran virus corona antar manusia diketahui melalui droplet yang dikeluarkan oleh pasien Covid-19 dengan cara batuk, bersin, atau berbicara tanpa menggunakan masker.

Oleh karena itu, penggunaan masker oleh pasien Covid-19 maupun orang lain sangatlah penting agar terhindar dari penularan virus SARS-CoV-2 ini di samping tetap menerapkan protokol kesehatan lainnya, yakni menghindari kerumunan juga mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Salah satu cara untuk mencegah virus masuk dalam tubuh yakni dengan menggunakan masker kain minimal dua lapis.

Dalam keseharian, masker kain melekat di wajah kita, meskipun kita tertawa, bersin, atau tertawa.

Dilansir dari The Guardian, perusahaan riset pasar dan analitik data analitik internasional, YouGov mengungkapkan, sebanyak 15 persen orang Inggris sama sekali tidak mencuci masker kain.

Selain itu, sebagian dari mereka memilih masker sekali pakai yang kemudian dipakai kembali dengan cara menggunakan sisi sebaliknya.

Padahal, masker dirancang untuk menangkap droplet yang kita keluarkan dari mulut dan hidung kita.

Berikut sejumlah alasan pentingnya untuk mencuci masker kain setiap hari:

1. Masker terkontaminasi sejumlah mikroba

Ketika seseorang mengusap masker yang bekas pakai, maka ia akan menemukan berbagai bakteri, virus, dan jamur.

"Kemungkinan besar tidak berbahaya, tetapi Anda akan mendapatkan sesuatu yang serupa jika Anda mengambil sampel tangan, hidung, mulut atau banyak bagian tubuh Anda lainnya," ujar ahli penularan penyakit udara di Universitas Leeds, Inggris, Prof Cath Noakes.

Namun, penyebaran mikroba ini dikombinasikan dengan gesekan dan kelembapan yang terkait dengan penggunaan masker yang berkepanjangan.

Apabila diteruskan, tindakan ini akan memicu wabah "maskne".

Wabah maskne adalah istilah umum yang diciptakan untuk menutupi semua jenis ruam wajah yang terkait dengan pemakaian masker, termasuk jerawat.

"Karena masker dapat menjadi vektor bakteri, jamur, dan virus, saya merekomendasikan untuk mencuci masker setiap hari, jika Anda memakainya setiap hari," ujar konsultan dermatologis di Rumah Sakit Highgate dan juru bicara British Skin Foundation, Dr Thivi Maruthappu.

Menurutnya, masker berbahan kain katun cenderung tidak menyebabkan gesekan dibandingkan serat sintetis seperti bahan poliester.

2. Risiko tertular Covid-19 dari masker kotor

Apabila Anda mengidap infeksi Covid-19, maka masker Anda akan sangat terkontaminasi virus corona dan kuman lainnya.

Masker Anda akan menimbulkan risiko bagi orang lain, jika Anda terus-terusan memakainya.

Oleh karena itu, jangan pernah berbagi masker atau menyentuh masker orang lain tanpa mencuci tangan Anda secara menyeluruh.

3. Membutuhkan wadah terpisah untuk menyimpan masker

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah menyimpan masker dalam tas tangan atau saku, sebab tempat ini sering kali menjadi tempat kunci dan tangan kotor.

Kendati demikian, bisa saja ada risiko kecil bahwa masker Anda akan mencemari barang lain.

"Saya selalu merekomendasikan untuk merawat masker seolah-olah maskerku telah terkontaminasi," kata Noakes.

"Oleh karena itu, Anda pasti ingin mencuci atau mengganti wadah secara teratur, karena akan terkontaminasi juga," lanjut dia.

4. Menyemprot masker dengan disinfektan

Sebagian orang beranggapan bahwa dengan menyemprotkan masker dengan disinfektan akan membuat masker bebas kuman.

Namun, hal ini tidak dibenarkan.

Noakes mengatakan, semprotan disinfektan tidak akan membunuh kuman pada masker, justru seseorang berisiko menghirup bahan kimia dari semprotan desinfektan.

Kendati demikian, tindakan terbaik untuk membersihkan masker dari virus corona, semua mikroba, keringat, dan ingus di masker yakni dengan mencuci masker.

Aturan pencucian masker kain

Seorang peneliti penyakit menular di Universitas New South Wales di Sydney, Prof Raina Maclntyre mengungkapkan, idealnya setiap seseorang memakai masker kain dalam keseharian, berarti masker itu dimungkinkan sudah terkontaminasi virus.

"Kami menguji ini dan menemukan virus di dalam dan di luar masker, baik masker medis atau masker kain," ujar Maclntyre.

Sementara, insiyur kimia di University of California, David, Prof William Ristenpart menjelaskan, sering mencuci masker kain sangat penting jika seseorang bersentuhan dengan individu yang rentan.

Sebab, Ristenpart baru-baru ini menemukan bahwa virus influenza dapat menyebar melalui partikel debu yang terkontaminasi, kemudian dilepaskan dengan menggosok jaringan yang terkontaminasi.

Dalam studi terpisah, ia menemukan bahwa debu dikeluarkan dari masker kain selama pemakaian normal.

"Bisa dibayangkan jika seseorang terinfeksi dan mereka memakai masker kain katun yang sangat terkontaminasi (tidak dicuci), kemungkinan partikel tersebut bisa membawa virus," ujar Ristenpart.

Cara mencuci masker

Adapun pencucian masker kain menggunakan air panas adalah cara yang paling baik, meskipun masker bisa dicuci dalam cucian biasa.

"Pencucian harus dilakukan di air bersuhu minimal 60 derajat celsius, dengan sabun," ujar Maclntyre.

Sebelumnya, ia telah melakukan uji coba masker kain di antara petugas kesehatan Vietnam dan menemukan bahwa, dibandingkan dengan masker bedah, tidak hanya melindungi para petugas, melainkan meningkatkan risiko penyakit.

Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa bukan masker tersebut yang menjadi masalah, melainkan faktanya mereka sering mencuci masker menggunakan tangan.

Maclntyre mengatakan, petugas kesehatan yang masker kainnya dicuci di binatu rumah sakit dilindungi dengan baik seeprti halnya pengguna masker bedah.

Saat hendak digunakan, masker harus benar-benar kering. Sebab, masker kain yang lembab bisa membuat pori-pori lebih banyak dan kurang efektif untuk menangkal virus.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved