Masker N95 Bisa Berbahaya jika Salah Simpan, Begini Cara Bersihkannya

Masker yang tidak disimpan dengan baik, justru dapat menjadi sarang virus dan media penularan Covid-19. Ini termasuk penyimpanan masker N95.

Tribunnews
Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020) 

Masker ini mengandung lapisan serat polipropilen yang "meleleh" yang membentuk jaringan berpori dan ruang untuk bernapas. Setelah itu, serat diberi muatan elektrostatis untuk membantu menangkap partikel yang lebih kecil yang dapat lolos dari lubang.

Cara sterilisasi masker N95

Ratih menyampaikan, ada 4 cara yang bisa dilakukan untuk mensterilisasi masker N95, yakni:

  1. Memakai Ethanol atau alkohol 70 persen selama 10 menit dengan cara disemprot (spray)
  2. Pemanasan di suhu 70 derajat Celsius selama 60 menit
  3. Pemaparan sinar ultraviolet (UV) 254 nm 1J/cm jarak 50 cm selama 60 menit
  4. Hidrogen Peroksida 1.000 ppm selama 10 menit

Studi lain juga melakukan riset pada cara sterilisasi N95 ini.

Dilansir Science Daily, Kamis (5/5/2020) Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah merekomendasikan beberapa metode untuk mendisinfeksi masker N95 lewat pemanasan, radiasi ultraviolet (UV), dan perawatan menggunakan pemutih.

Namun sejauh ini belum diuji secara ekstensif, terutama untuk beberapa putaran disinfeksi.

Yi Cui dan rekannya ingin membandingkan lima metode yang dapat digunakan secara masuk akal untuk melihat bagaimana bahan masker tahan terhadap desinfeksi berulang. 

Dalam studi ini, para peneliti justru meneliti potongan kain yang meleleh yang digunakan untuk membuat masker ini.

Mereka mengolah bahan dengan disinfektan tertentu dan membandingkan kemampuannya untuk menyaring partikel aerosol (menyerupai tetesan pernapasan, tetapi tidak memiliki virus corona) sebelum dan sesudah disinfeksi.

Penelitian menemukan bahwa menyemprot kain dengan larutan pemutih seperti etanol atau klorin secara drastis mengurangi efisiensi penyaringan hanya setelah satu kali perawatan, dari sekitar 96 persen menjadi 56 persen (etanol) atau 73 persen (pemutih).

Metode sterilisasi dengan menggunakan radiasi ultraviolet (UV) juga dinilai memungkinkan untuk dilakukan hingga 20 siklus desinfeksi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved