Budaya

5 Masjid dengan Arsitektur Tionghoa di Indonesia

Bangunan dengan arsitektur Tionghoa biasa dijumpai sebagai klenteng atau tempat peribadatan umat Konghucu. Namun, ternyata ada pula bangunan bergaya T

Istimewa
Bangunan dengan arsitektur Tionghoa biasa dijumpai sebagai klenteng atau tempat peribadatan umat Konghucu. Namun, ternyata ada pula bangunan bergaya Tionghoa yang berfungsi sebagai masjid. 

Tidak jauh dari Jakarta, tepatnya di Jalan Kampung Sawah Pondok Rajeg, Cibinong, ada sebuah masjid Tionghoa yang cukup terkenal.

Bukan hanya karena arsitekturnya yang menawan, sosok di balik masjid ini pun inspiratif. Masjid ini dibangun Anton Medan, seorang mantan narapidana yang menjadi mualaf pada 1992.

Jika biasanya masjid Tionghoa identik dengan warna merah, masjid ini terlihat unik dengan dominasi warna hijau dan kuning.

4. Masjid Siti Dzirjanah, Yograkarta

Masjid Tionghoa satu ini berada di pusat keramaian, yakni di Jalan Malioboro. Anda pun bisa dengan mudah menemukan masjid berwarna merah, biru, dan abu-abu ini.

Uniknya, masjid ini memiliki tulisan dengan tiga bahasa, yakni Arab, Inggris, dan Mandarin. Hal ini merupakan lambang toleransi dan inklusivitasnya terhadap semua umat Muslim.

5. Masjid Cheng Ho, Surabaya

Laksamana Cheng Ho merupakan seorang tokoh sejarah asal China yang menyebarkan agama Islam di Indonesia.

Masjid ini didirikan atas prakarsa para pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan atas jasanya.

Berdiri di atas lahan seluas lebih dari 3.000 meter persegi, masjid Cheng Ho punya arsitektur khas China. Selain di Surabaya, ada pula beberapa masjid Cheng Ho lainnya di berbagai wilayah di Indonesia.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved