Sains

Kenapa Keringat Rasanya Asin? Ternyata Juga Dipengaruhi Oleh Makanan

Untuk menstabilkan suhu tubuh yang naik agar kembali normal, kelenjar keringat akan melepaskan keringat sehingga panas menguap melalui kulit. Proses i

Shutterstock
Untuk menstabilkan suhu tubuh yang naik agar kembali normal, kelenjar keringat akan melepaskan keringat sehingga panas menguap melalui kulit. Proses ini disebut dengan regulasi temperatur (thermoregulation).  

Nah, banyaknya kadar garam itu dipengaruhi oleh pilihan makanan. Semakin asin makanan yang dikonsumsi, kadar garam akan semakin tinggi.

Tubuh pun akan mengeluarkan garam yang berlebihan tersebut bersama keringat agar kadarnya dalam tubuh tetap stabil.

Jadi, konsumsi makanan tinggi garam juga jadi penyebab kenapa keringat terasa asin.

Menurut Harvard School of Public Health, hampir semua makanan yang tidak diolah seperti buah, sayur, kacang-kacangan, daging mengandung rendah garam.

Sebagian besar, makanan yang tinggi garam ada pada makanan olahan atau kemasan. Contohnya, pizza, camilan gurih, daging asap, atau masakan rumah yang banyak ditambahkan garam. 

Meski normal, keringat juga bisa memicu masalah kulit
Kandungan keringat ternyata bisa jadi masalah pada orang dengan gangguan kulit. Salah satunya eksim, yaitu peradangan kulit yang menyebabkan kulit kemerahan, gatal, dan kering.

Bagi penderita eksim, membiarkan tubuh berkeringat adalah sebuah pantangan. Pasalnya, keringat bisa memicu gejala eksim kembali muncul.

Bahkan, kandungan garam dan komponen lain yang ada keringat bisa membuat kulit terasa perih ketika mengenai bagian yang terluka.

Untuk mencegahnya, keringat harus dibersihkan segera. Anda bisa mengelapnya dengan handuk atau kain lembut. Bisa juga dengan mandi untuk membersihkan sisa-sisa keringat yang menempel.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved