Sains

Kenapa Keringat Rasanya Asin? Ternyata Juga Dipengaruhi Oleh Makanan

Untuk menstabilkan suhu tubuh yang naik agar kembali normal, kelenjar keringat akan melepaskan keringat sehingga panas menguap melalui kulit. Proses i

Shutterstock
Untuk menstabilkan suhu tubuh yang naik agar kembali normal, kelenjar keringat akan melepaskan keringat sehingga panas menguap melalui kulit. Proses ini disebut dengan regulasi temperatur (thermoregulation).  

Protein yang dikeluarkan bersama keringat ini membantu meningkatkan pertahanan sistem kekebalan tubuh dan memperkuat kulit.

Urea (CH4N2O). 

Zat limbah ini diproduksi oleh hati ketika memproses protein tertentu. Urea dikeluarkan melalui keringat untuk mencegah terjadinya penumpukan. 

Amonia (NH3). 

Zat buangan yang diproduksi ginjal ketika menyaring nitrogen dalam urea dari hati. 

Natrium (Na+). 

Zat ini dikeluarkan bersama keringat agar kadar natrium dalam tubuh tetap seimbang. Natrium inilah yang disebut sebagai garam.

Kandungannya cukup banyak dalam keringat, itulah kenapa keringat rasanya asin.  Sementara itu, keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin cenderung mengandung lemak.

Ketika lemak dipecah oleh bakteri, akan ada zat buangan yang berbau. Keringat inilah menyebabkan bau badan pada seseorang.

Faktor lain yang menyebabkan keringat terasa asin
Ternyata tingkat keasinan keringat itu berbeda-beda pada setiap orang. Ya, ini bergantung dengan seberapa banyak kadar garam yang perlu dibuang oleh tubuh.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved