Tahun 2035, Jepang Tak Lagi Produksi Mobil Berbahan Bakar Bensin

Para aktivis dan PBB menyambut baik rencana itu, tetapi Jepang sekarang masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, dan pemerintah belum merinci b

Istimewa
Mobil listrik 

Tahun 2035, Jepang Tak Lagi Produksi Mobil Berbahan Bakar Bensin

TRIBUNKALTIM.CO - Jepang bergerak menuju netralitas karbon pada 2050, dengan melarang penjualan mobil baru berbahan bakar bensin mulai 15 tahun lagi atau pada 2035.

Kebijakan ini dibuat berdasarkan dorongan mempromosikan kendaraan listrik dan hibrida, menurut laporan dari Mainichi Shimbun.

Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan besar didorong untuk menyusun rencana menekan emisi CO2 mereka.

Sebelumnya, pada Oktober PM Yoshihide Suga menetapkan tenggat waktu 2050 bagi Jepang untuk menjadi netral karbon.

Para aktivis dan PBB menyambut baik rencana itu, tetapi Jepang sekarang masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, dan pemerintah belum merinci bagaimana mereka akan menjalankan proyeknya.

Baca juga: Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Setir di Sebelah Kanan?

Baca juga: 4 Hal Penting yang Harus Diperhatikan saat Membeli Mobil Bekas

Diberitakan AFP, target "Negeri Sakura" sekarang adalah meningkatkan pangsa penjualan mobil rendah emisi, baik hibrida maupun listrik, menjadi 50-70 persen pada 2030 dari sekitar 40 persen pada 2019.

Hingga berita ini diunggah para pejabat Kementerian Ekonomi dan Perdagangan Jepang belum memberikan komentar tentang wacana tersebut.

Di luar Jepang, California pada September mengumumkan target agar semua kendaraan penumpang yang dijual di negara bagian Amerika Serikat tersebut harus nol emisi pada 2035.

Sementara itu Inggris menetapkan target yang lebih ambisius, bertujuan untuk melarang penjualan kendaraan berbahan bakar besin dan diesel pada 2030.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved