Mampukah Jet Siluman J-20 Buatan China Mengalahkan Dominasi F-22 Raptor?

Jet tempur J-20 buatan China juga memiliki kemiripan dengan protipe jet eksperimental yang tengah dikembangkan perusahaan dirgantara MiG.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Salah satu kapal induk milik Amerika Serikat 

Mampukah Jet Siluman J-20 Buatan China Mengalahkan Dominasi F-22 Raptor?

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam waktu dekat China berpotensi untuk mematahkan monopoli jet-jet tempur buatan Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi CCTV, seorang pakar militer China Li Li mengatakan, jet J-20 bakah menggeser dominasi F-22 Raptor.

Li menambahkan, meski F-22 Raptor adalah jet generasi kelima pertama yang bertugas resmi di sebuah angkatan udara, tetapi secara umum performa pesawat itu tak memuaskan.

Li bahkan yakin bahwa jet tempur buatan China J-20 dan jet T-50 buatan Rusia akan mematahkan monopoli Barat.

Baca juga: Belum Sempat Diproduksi Massal, Pesawat Pertama Buatan RI Dimuseumkan

Baca juga: Drone Buatan Indonesia Mampu Terbang 24 Jam dengan Ketinggian 23 Ribu Kaki

Meski spesifikasi pesawat ini belum diketahui, tetapi banyak pengamat meyakini J-20 akan memiliki kemampuan "siluman" alias menghindari radar setara dengan F-22 Raptor.

Sementara itu, wakil editor majalah militer Arsenal of the Fatherland, Dmitry Drozdenko mengatakan, jet tempur J-20 juga memiliki kemiripan dengan protipe jet eksperimental yang tengah dikembangkan perusahaan dirgantara MiG.

"Menurut pendapat saya, mesinnya didasarkan pada MiG 1.44 dan dirancang untuk bersaing dengan (Sukhoi) PAK FA dalam tahap desain awal dan terbang perdana pada 2000," kata Drozdenko.

Pesawat siluman Chengdu J-20, buatan China, bersiap-siap melesat dari sebuah kapal induk saat mengikuti latihan tempur pertama kali di Laut Chian Selatan.
Pesawat siluman Chengdu J-20, buatan China, bersiap-siap melesat dari sebuah kapal induk saat mengikuti latihan tempur pertama kali di Laut Chian Selatan. (Myanmardigital)

"Pesawat China ini sangat mirip. Meski belum diumumkan secara resmi, J-20 menggunakan mesin AL-31F yang dikembankan Salut dan dibeli China dengan harga 500 juta dolar," tambah Drozdenko.

Drozdenko bukan analis pertama yang mencatat kemiripan antara J-20 dengan MiG 1.44 yang terhenti produksiya, setelah foto-foto pesawat itu mulai muncul pada 2010.

Editor: Geafry Necolsen

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved