Bersiap Hadapi China, Taiwan Bikin Armada "Pembunuh Kapal Induk"

Merespon ini, Taiwan meluncurkan kapal perang bersenjata baru yang dijuluki "Aircraft Carrier Killer" (pembunuh kapal induk).

Editor: Geafry Necolsen
Istimewa
Taiwan meluncurkan kapal perang bersenjata baru yang dijuluki "Aircraft Carrier Killer" (pembunuh kapal induk). 

Bersiap Hadapi China, Taiwan Bikin Armada "Pembunuh Kapal Induk"

TRIBUNKALTIM.CO - Tidak hanya dalam urusan perdagangan, China juga semakin agresif melakukan provokasi ke sejumlah negara, seperti Amerika, Malaysia, Brunei Darusalam, India, Indonesia hingga Taiwan.

Merespon ini, Taiwan meluncurkan kapal perang bersenjata baru yang dijuluki "Aircraft Carrier Killer" (pembunuh kapal induk).

Peluncuran yang juga menampilkan kapal-kapal buatan dalam negerinya sendiri.

Armada perang itu disebut sebagai kunci pertahanan diri negara itu melawan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.

Presiden Tsai Ing-wen memimpin upacara pembukaan kapal bernama Ta Chiang tersebut di galangan kapal Lungteh di Su'ao, sebuah kota di Kabupaten Yilan, timur Taiwan.

Prototipe baru yang dikembangkan adalah kapal korvet rudal kelas Tuo Chiang ini adalah buatan dalam negeri.

Tsai mengatakan, program kapal perang baru menjadi tanda bahwa negara bertekad mempertahankan perairannya dan melindungi wilayah dan kedaulatannya.

Baca juga: Gara-gara Google Earth, Pangkalan Rahasia Militer Taiwan Tersingkap 

Baca juga: Dekat Secara Geografis, Taiwan & Thailand Juga Punya Nama yang Mirip

Pembaruan kapal perang kelas Tuo Chiang dilengkapi dengan rudal subsonik dan supersonik anti serangan udara dan laut.

Kapal ini juga memiliki serangkaian persenjataan anti serangan di permukaan. Itu termasuk tabung torpedo dan rudal H incred Feng III yang mampu mencapai target jarak jauh hingga 250 mil.

Pasukan maritim Taiwan telah memesan tiga korvet baru untuk pengiriman pada tahun 2025.

“Tetapi jumlah kapal bertambah karena meningkatnya ancaman oleh musuh,” kata angkatan laut dalam siaran pers.

Para analis mengatakan kapal korvet kelas Tuo Chiang dapat mencapai kecepatan hingga 43 knot. Armada ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan perang asimetris Taiwan.

Kapal perang yang cepat dan dapat bermanuver, akan mengambil alih banyak misi, yang saat ini dilakukan oleh kapal pengawal dan kapal perusak yang lebih besar selama ini.

Baca juga: Erdogan Perluas Operasi Militer untuk Kejar Pelaku Pembantaian 13 Tentara Turki

Baca juga: Di Israel, Wanita Wajib Mengabdi Militer Sebelum Mencari Pekerjaan

Jika terjadi konfrontasi militer di Selat Taiwan, korvet bersenjata berat, akan lebih sulit dideteksi berkat teknologi siluman baru.

Armada ini akan terampil menghadapi serangan mendadak menggunakan taktik tabrak lari.

Su Tzu-yun, analis keamanan nasional top Taiwan, mengatakan kapal korvet tersebut mewakili salah satu dari "tiga harta karun" Taiwan. Melawan ancaman perang asimetris dari China.

"Negeri Panda" disebut telah mengirim pesawat tempur di dekat pulau itu dan melakukan latihan di Selat Taiwan.

Su yakin dengan kemampuan peluncur rudal anti-kapal berbasis darat Taiwan dan kapal selam buatannya yang baru-baru ini diumumkan.

“Pasukan Taiwan akan dapat mencegah pendaratan pantai China dan menghantam kapal permukaan pendukung PLA,” kata Su, yang bekerja untuk Institut Pertahanan Nasional yang didanai pemerintah dan Riset Keamanan.

"'Pembunuh Kapal Induk' hanyalah sebuah julukan," kata Su kepada media Taiwan. "Ini akan efektif melawan semua kapal perang besar PLA."

Anggaran militer Taiwan lebih kecil dibandingkan dengan anggaran belanja China. Pemerintah Beijing dilaporkan memiliki anggaran 15 kali lebih tinggi daripada Taipei.

Namun, analis militer yakin pengambilalihan Taiwan oleh China tidak akan mudah dilakukan.

Pada upacara peluncuran kapal Selasa (15/12/2020), angkatan laut juga menerima pengiriman rapid minelayer, kapal perang lain yang terbukti penting bagi pertahanan pesisir Taiwan.

Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, tiga kapal lagi dari jenis yang sama diharapkan datang pada akhir 2021.

Dalam pidatonya, Presiden Tsai memuji penelitian pertahanan negara itu.

Hal ini menurutnya mengisyaratkan bahwa suatu hari Taiwan dapat menjadi pemasok peralatan untuk demokrasi Barat.

Bulan lalu, Tsai meluncurkan program kapal selam yang diproduksi pribumi pertama Taiwan.

Ia berjanji untuk dapat membuat kapal bawah air diesel-listrik pertama dari delapan pada tahun 2025.

Kapal selam baru "Made in Taiwan" akan membawa sistem senjata buatan Amerika dari Lockheed Martin dan Raytheon.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved