Multitasking Membebani Kerja Otak dan Berisiko Menurunkan Kecerdasan

Istilah multitasking tentu sudah sering kita dengar dan kalau di kantor. Bahkan, banyak orang yang menganggap multitasking sebagai sebuah skill atau k

Medical News Today
Istilah multitasking tentu sudah sering kita dengar dan kalau di kantor. Bahkan, banyak orang yang menganggap multitasking sebagai sebuah skill atau kelebihan yang patut dibanggakan. 

Penurunan IQ-nya sendiri mencapai 15 poin bagi laki-laki.

“Multitasking bisa dilakukan selama seseorang masih kuat untuk melakukan beberapa kegiatan secara bersamaan.

Tapi kalau ia sudah merasa kesulitan melakukan beberapa kegiatan secara bersamaan, itu bisa membuatnya stres. Biasanya ketika seseorang melakukan beberapa kegiatan bersamaan, ia tidak benar-benar merasa ada di momen tersebut.

Momen-momen tersebut akan lewat begitu saja akibat kita tidak bisa fokus,” tutur psikolog Bernadetta Anjani, M.Psi, Psi kepada Hai-Online.com.

Baca juga: Benarkah Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ibu? Bagaimana dengan Ayah?

Baca juga: Mengandung Anak di Usia 30 Tahun, Cenderung Melahirkan Anak yang Lebih Cerdas

Balik lagi kepada para peneliti di Copenhagen tadi, mereka menjelaskan, ketika Anda fokus pada satu kegiatan dalam satu waktu, otak akan menyerap dan menyimpannya pada bagian otak bernama hippocampus, sehingga mudah dipanggil kembali nanti.

Namun, saat Anda mengalihkan perhatian dari satu tempat ke tempat lainnya, seperti memakai tablet atau smartphone berbarengan dengan menonton TV, informasi tidak bisa diproses dengan cepat.

Informasi yang kita serap nanti malah akan dikirim ke bagian otak yang disebut striatum, yaitu bagian yang bertanggung jawab merencanakan aktivitas gerak dan motivasi, bukan data.

Peneliti juga memperingatkan bahwa pengiriman informasi ke striatum akan membuat otak menyimpan informasi di tempat yang salah.

Apa akibatnya bagi otak?
Berdasarkan penjabaran di atas, akibat yang ditimbulkan oleh multitasking adalah Anda bisa menderita gangguan memori jangka panjang.

Penelitian menemukan bahwa multitasking yang berkaitan dengan teknologi bisa menurunkan kinerja otak dalam mengontrol otot sampai mengontrol diri sendiri. Anda pun bisa menderita gangguan persepsi sensorik, bicara, bahkan emosi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved