Benarkah Chip di E-KTP yang Dapat Lacak Keberadaan Seseorang?

Belakangan ini masyarakat sedang diramaikan kabar viral soal Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) yang dibongkar dan ditemukan chip di aplikasi Tik

Kompas
Chip dapat dibaca oleh perangkat pembaca kartu (card reader) dengan standar antar muka ISO 14443 A dan ISO 14443 B. 

Benarkah Chip di E-KTP yang Dapat Lacak Keberadaan Seseorang?

TRIBUNKALTIM.CO - Belakangan ini masyarakat sedang diramaikan kabar viral soal Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) yang dibongkar dan ditemukan chip di aplikasi TikTok yang disebutkan dapat dipergunakan untuk melacak keberadaan seseorang.

Saat dimintai keterangan tentang hal itu Kepala Dinas Kepedudukan dan Catatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Suyanto mengatakan, terkait dengan adanya chip e-KTP yang bisa melacak GPS atau keberadaan seseorang merupakan berita bohong.

Baca juga: Berlaku Seumur Hidup, Mengapa Foto KTP Terlihat Jelek dan Kusam? Ini Penjelasannya

Baca juga: Benarkah Kucing Bisa Memprediksi Gempa Bumi? Berikut Faktanya

"Itu hoax, tidak benar, bahwa chip itu tidak bisa untuk melacak keberadaan seseorang, karena itu hanya bisa digunakan pada saat sedang melakukan pendataan informasi, misalnya di bank dan lain-lain, atau juga untuk mengungkap kasus pembunuhan atau kematian bisa dilacak melalui sidik jari," kata Suyanto, Rabu (17/2/2021).

Ia menerangkan, semua E-KTP memang telah dipasangi dengan chip.

Adapun fungsi dari Chip e-KTP untuk menyimpan bioadata dari pemilik e-KTP.

"Adanya chip itu adalah untuk menyimpan biodata sipemegang KTP seperti sidik jari, iris mata," kata dia.

"Kalau chip itu diambil maka justru tidak bisa digunakan karena data, itu tidak bisa dibaca di card reader. Kalau kita kan di Disdukcapil kan punya card reader ya untuk mengecek kebenarannya," kata dia.

Baca juga: Benarkah Air Hujan Bisa Menyebabkan Bagian Mobil Berkarat?

Baca juga: Benarkah Garam Laut Bisa Hasilkan Berlian?

Suyanto menjelaskan, di Kabupaten PPU sendiri belum ada kasus seperti itu.

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan antisipasi terkait video viral tersebut di TikTok dengan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat PPU.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved