Internasional

Bank Ini Salah Transfer Dana Rp12,6 Triliun, Kejutan Menyenangkan Bagi Penerima

Bank ini mengirim uang sekitar Rp12,6 Triliun. Celakanya, sebagian besar dana salah transfer ini tak bisa ditarik kembali.

istimewa
Ilustrasi. Sebuah bank di luar negeri, mengirim uang sekitar Rp12,6 Triliun. Celakanya, sebagian besar dana salah transfer ini tak bisa ditarik kembali. 

Bank Ini Salah Transfer Dana Rp12,6 Triliun, Kejutan Menyenangkan Bagi Penerima

TRIBUNKALTIM.CO - Citibank melakukan kesalahan mahabesar dalam sejarah perbankan. Bank yang berpusat di New York, Amerika Serikat ini salah mengirim uang senilai Rp12,6 Triliun.

Mengutip Bloomberg, bank ini mengirim uang sekitar 900 juta dollar AS atau setara Rp12,6 Triliun (kurs Rp14 ribu/dollar AS) ke sekelompok perusahaan. 

Celakanya, sebagian besar dana salah transfer ini tak bisa ditarik kembali. Pada Selasa (16/2/2021) hakim Pengadilan Distrik Manhattan memutuskan tak memberi izin bagi Citibank mendapatkan sebagian besar dana itu kembali. 

Awalnya Citibank hendak membayar bunga utang milik perusahaan kosmetik Revlon. Bunga utang sebesar 8 juta dollar AS akan dibayarkan pada 10 perusahaan pemberi utang pada 12 Agustus 2020.

Baca juga: 7 Kasus Salah Ketik yang Berujung Bencana, Pesawat Luar Angkasa Pun Meledak Karenanya

Baca juga: Daftar Mata Uang Paling Unik dalam Sejarah, Ada Pecahan 500 Miliar

Akan tetapi, Citibank malah tak sengaja mengirim hampir 100 kali lipat jumlah uang itu. Seorang kontraktor mencentang kotak yang salah dalam formulir pembayaran digital.

Hal itu pun terlewat dari sistem keamanan Citibank “six eyes” yang mewajibkan tiga pejabat Citibank menyetujui transaksi sebelum dijalankan.

Dana yang terkirim itu mencakup pula 175 juta dollar AS dana lindung nilai (hedge fund) yang berguna mengurangi resiko investasi lain.

Citibank pun membawa kasus ini ke peradilan. Mengutip Bloomberg, Citibank berpendapat dana transfer itu adalah milik mereka sendiri bukan Revlon. Sebab itu, kreditur Revlon mesti mengembalikan dana itu.

Namun, Hakim Jesse M Furman dari Pengadilan Manhattan mengaku tak percaya bank besar seperti Citibank membuat kesalahan. Karena itu, Furman menganggap tindakan itu bukan salah transfer.

“Mempercayai bahwa Citibank, salah satu lembaga keuangan paling canggih di dunia, telah membuat kesalahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, hingga hampir $ 1 miliar, akan sangat tidak rasional,” tulis Furman dalam putusan pengadilan, dikutip dari New York Times.

Baca juga: Daftar Negara yang Punya Gunung Berapi Terbanyak di Dunia, Indonesia Salah Satunya

Dengan putusan itu, Citibank tak bisa mendapatkan kembali dana sebesar 504 juta dollar AS yang telah mereka kirim.

Pengacara para kreditur yang dapat rejeki nomplok itu mengaku puas dengan putusan itu. Saat menerima dana ini, para kreditur menganggapnya sebagai kejutan menyenangkan.

“Sangat senang dengan keputusan yang bijaksana dan rinci dari Hakim Furman,” kata Robert Loigman, pengacara para kreditur.

Namun, Citibank nampaknya akan mengajukan banding atas putusan itu.

“Kami yakin kami berhak atas dana tersebut dan akan terus mengupayakan pemulihan totalnya,” kata Danielle Romero-Apsilos, juru bicara Citibank, dikutip dari New York Times.

Mengetahui ada kemungkinan banding, Hakim Furman mengeluarkan perintah agar 10 perusahaan investasi itu menahan penggunaan dana itu.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved