Arkeologi

Mumi Berlidah Emas Ditemukan di Situs Pemakaman Mesir Kuno

Mereka menemukan petunjuk baru yang menarik tentang masa lalu Mesir, termasuk menemukan mumi dari individu-individu 'berstatus tinggi'.

Istimewa
Mereka menemukan petunjuk baru yang menarik tentang masa lalu Mesir, termasuk menemukan mumi dari individu-individu 'berstatus tinggi'. 

Peninggalan tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 1872 di dalam Kamar Ratu Piramida oleh insinyur Waynman Dixon.

Dia dibantu oleh temannya, James Grant, lulusan dari University of Aberdeen.

Dixon mengambil bola dan kail, dan Grant mengambil kayu itu, kata pihak universitas.

Setelah kematian Grant pada tahun 1895, koleksinya diwariskan ke universitas, dan putrinya menyumbangkan "sepotong kayu cedar lima inci" pada tahun 1946.

Tetapi karena potongan kayu itu tidak pernah diklasifikasikan dengan benar, potongannya tetap tersembunyi selama beberapa dekade meskipun ada "pencarian ekstensif," sampai Eladany secara tidak sengaja menemukannya di koleksi Asia.

"Koleksi Universitas sangat besar bahkan mencapai ratusan ribu item, jadi mencarinya seperti menemukan jarum di tumpukan jerami," katanya.

"Aku tidak percaya ketika aku menyadari apa yang ada di dalam kaleng cerutu yang tampak tidak berbahaya ini."

Ada berbagai teori berbeda tentang tujuan kayu dan tanggal asalnya.

Baca juga: CT Scan Ungkap Isi Aneh Dua Miniatur Mumi dari Israel, Isinya Bukan Manusia

Beberapa peneliti mengira itu bagian dari alat ukur yang lebih besar, yang mereka yakini dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana piramida yang menjulang tinggi itu dibangun.

Theguardian melaporkan, penemuan relik itu juga menimbulkan pertanyaan baru, karena penanggalan karbon telah menunjukkan bahwa kayu tersebut bisa saja berasal dari periode 3341-3094BC (sekitar 500 tahun lebih awal dari catatan sejarah) yang menyebutkan tanggal Piramida Besar pada masa pemerintahan Firaun Khufu pada tahun 2580 -2560BC.

Potongan kayu yang lebih besar asalnya, masih di dalam Piramida Agung Giza, terakhir kali dilihat oleh kamera robotik pada tahun 1993 dan sekarang tidak dapat dijangkau.

"Ini bahkan lebih tua dari yang kita bayangkan. Ini mungkin karena tanggal berkaitan dengan usia kayunya, mungkin dari bagian tengah pohon yang berumur panjang," kata Neil Curtis, Kepala Museum dan Koleksi Khusus di Universitas Aberdeen, dalam rilisnya.

"Atau, bisa jadi karena kelangkaan pohon di Mesir kuno, yang berarti kayu langka, berharga dan didaur ulang atau dirawat selama bertahun-tahun."

Dia menambahkan bahwa penemuan itu mungkin "menghidupkan kembali minat" pada relik tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved