Rip Current, Penyebab Banyaknya Pengunjung Pantai Terseret Arus

Fenomena ini sering kali dikaitkan dengan hal-hal berbau supranatural. Terlebih lagi jika ada korban yang tewas.

Dokumentasi SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul
Tim SAR dan tim Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis Departemen Teknologi Kebumian - Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, melakukan penelitian RIP Current di Pantai Pulang Sawal atau Indrayanti. Jumat (24/7/2020) 

Hendi Faturohman, Dosen Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Geografis Departemen Teknologi Kebumian - Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, mengatakan arus retas atau rip current membawa massa atau memiliki potensi menarik wisatawan ke arah laut.

Bahkan, menurut Hendi, kecepatan rip current mampu menyeret seorang perenang profesional.

Baca juga: Mengapa Pasir Pantai di NTT Ini Berwarna Merah Muda?

Dalam beberapa kasus, orang yang akan menolong pun malah terseret arus balik itu.

Untuk itu, lebih baik menghindari lokasi rip current.

Selain meneliti rip current, Hendi juga akan melakukan foto udara di Pantai Baron, Drini dan Wediombo untuk memetakan jalur evakuasi tsunami.

Penulis : Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Editor : Geafry Necolsen

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved