Virus Corona

Pakar Kesehatan Dunia Turun Tangan, Mmapukah Mengatasi Virus Corona?

Pakar Kesehatan Global berkumpul pada Kamis (14/1/2021) untuk menangani varian baru virus corona yang menjadi penyebab lonjakan kasus baru di sejumlah

istimewa
Pakar Kesehatan Global berkumpul pada Kamis (14/1/2021) untuk menangani varian baru virus corona yang menjadi penyebab lonjakan kasus baru di sejumlah negara. 

Karena kekhawatiran itu juga, Perancis menyatakan akan memberlakukan jam malam nasional setiap hari pada pukul 18.00 mulai Sabtu (16/1/2021) dan tetap berlaku setidaknya selama dua minggu.

Kanselir Jerman Angela Merkel, Kamis (14/1/2021), menyerukan pembatasan yang lebih keras untuk menahan wabah yang memburuk di negara itu.

Ia juga mendorong pembicaraan soal situasi krisis ini dengan para pemimpin regional.

Sementara itu, Lebanon diisolasi penuh dengan penduduk bahkan dilarang berbelanja makanan.

Baca juga: WHO Ingatkan Bahaya Varian Baru Covid, Masalah Besar untuk Rumah Sakit 

Baca juga: WHO Peringatkan Bahaya Varian Virus Corona yang Ditemukan di Jepang

Penelitian baru di Inggris

Ada berita yang lebih baik bagi mereka yang sudah pernah menderita Covid-19. Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan pemulihan dapat memberikan kekebalan setidaknya selama lima bulan.

Di China, jutaan orang diisolasi untuk merespons lonjakan kasus dan terjadinya satu kematian akibat Covid-19 setelah delapan bulan terakhir. 

Baca juga: Vaksin Oxford AstraZeneca Gagal Cegah Infeksi Covid-19

Baca juga: 27 Persen Warga Indonesia Ragu Vaksin Covid-19

Baca juga: Setelah Disuntik Vaksin Sinovac, Bupati Sleman Positif Covid-19

Kematian itu terjadi ketika tim investigasi WHO beranggotakan 10 orang tiba di Wuhan, tempat virus itu muncul pada akhir 2019.

Pemimpin misi Peter Ben Embarek mengatakan, mereka akan menjalani karantina di hotel selama dua minggu sebelum penyelidikan dimulai.

"Ini bisa menjadi perjalanan yang sangat panjang sebelum kita mendapatkan pemahaman penuh tentang apa yang terjadi," kata dia.

Terlepas dari asalnya, para ilmuwan menyebutkan, vaksinasi skala besar adalah satu-satunya jalan keluar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved