Mengapa Beda Negara, Beda Juga 'Colokan' Listriknya?

karena banyak negara mengadopsi inovasi pada waktu yang berbeda-beda, steker yang mereka gunakan juga berubah seiring waktu.

Istimewa
karena banyak negara mengadopsi inovasi pada waktu yang berbeda-beda, steker yang mereka gunakan juga berubah seiring waktu. 

Lubang ketiga di tengah stopkontak disebut “ground” yang berguna untuk menjaga kita tidak tersengat listrik jika ada masalah dengan steker atau jika ada kabel bermasalah di alat yang kita gunakan.

Fungsi ini disebut “grounding” karena jika aliran listrik terlepas dari kabel, maka kabel-kabel khusus di lubang ketiga itu dapat mengalirkannya ke tanah.

Untuk mendorong aliran listrik mengaliri kabel, sistem elektrik menggunakan tekanan yang disebut voltase. Semakin tinggi voltase, semakin kuat tekanannya.

Bayangkan ini seperti aliran air: air bisa menetes, mengalir, atau bahkan menyembur kuat hingga kita terjatuh.

Membangun jaringan listrik

Saat penemu-penemu seperti Thomas Edison, George Westinghouse dan Nikola Tesla membangun jaringan transmisi modern pertama di AS pada 1880-an, voltase yang dialirkan ke rumah-rumah ditetapkan pada 110 volt.

Sebagian besar alat yang menggunakan listrik zaman itu - terutama pencahayaan - bekerja paling baik dengan voltase 110 volt. Ini masih menjadi standar di AS, walau pada praktiknya saat voltase yang mengalir di rumah cenderung lebih tinggi sedikit.

Namun saat orang mulai membangun jaringan listrik di negara lain, mereka mencoba membuat perbaikan.

Perusahaan-perusahaan di Eropa menyadari bahwa mengalirkan listrik pada 220 volt, alih-alih 110 volt, lebih murah.

Pada voltase tinggi, perusahaan listrik dapat mengirimkan tenaga yang sama dengan aliran lebih rendah.

Bayangkan ini seperti sungai sempit yang mengalir cepat dibanding sungai lebar yang mengalir lambat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved