Wabah Penyakit

Virus Nipah Pertama Kali Ditemukan di Pulau Kalimantan, Berpotensi Menjadi Pandemi

Kementerian Kesehatan Indonesia turut meminta masyarakat waspada akan ancaman virus tersebut, terutama dari perdagangan hewan ternak.

Istimewa
Kementerian Kesehatan Indonesia turut meminta masyarakat waspada akan ancaman virus tersebut, terutama dari perdagangan hewan ternak. 

Masih dikutip dari WHO, untuk mendeteksi virus nipah, diperlukan tes real time polymerase chain reaction (RT-PCR) dari cairan tubuh dan deteksi antibodi melalui enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).

Tes lain yang digunakan untuk mendeteksi NiV termasuk uji polymerase chain reaction (PCR) dan isolasi virus dengan kultur sel.

Baca juga: Pakar UGM Sebut Virus Nipah Berpotensi Menjadi Pandemi Baru

Baca juga: Corona Belum Teratasi Virus Nipah Ancam Masuk Indonesia, Kenali Gejalanya


Bagaimana Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Virus Nipah?

 

Sayangnya, sampai saat WHO menyatakan belum ditemukannya obat atau vaksin mencegah infeksi virus Nipah.

“Karena virus ini tidak ada obat dan vaksinnya, maka yang dikontrol adalah vektornya (organisme yang membawa patogen dari inang satu ke yang lain),” kata dr. Astrid.

Infeksi virus Nipah dapat dicegah dengan menghindari paparan dari babi atau kelelawar di daerah yang terdapat wabah virus. Penting juga untuk tidak mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi oleh kelelawar.

Selanjutnya, dr. Astrid menambahkan,“ Untuk mencegah transmisi dari orang ke orang, hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi dan rajin cuci tangan.”

Itu dia penjelasan mengenai virus Nipah. Untuk itu, tetap waspada, lakukan pola hidup sehat dengan olahraga dan makan-makanan yang bergizi, serta jaga kebersihan diri dengan rajin cuci tangan.

Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved