Wabah Penyakit

Virus Nipah Pertama Kali Ditemukan di Pulau Kalimantan, Berpotensi Menjadi Pandemi

Kementerian Kesehatan Indonesia turut meminta masyarakat waspada akan ancaman virus tersebut, terutama dari perdagangan hewan ternak.

Istimewa
Kementerian Kesehatan Indonesia turut meminta masyarakat waspada akan ancaman virus tersebut, terutama dari perdagangan hewan ternak. 

Dikutip dari BBC, peneliti menyimpulkan bahwa peristiwa kebakaran hutan dan kekeringan menyebabkan sejumlah habitat kelelawar terusir secara paksa.

Kelelawar hutan yang habitatnya terusik akan pergi menghinggapi pepohonan buah yang ada di pemukiman warga atau peternakan hewan, salah satunya babi.

Ketika berpindah, kelelawar yang merasa terancam dapat melepaskan lebih banyak virus.

Virus dari kelelawar dapat berpindah ke babi. Selanjutnya, babi yang terinfeksi bisa menularkan virus ke peternak, dan akhirnya menyebar antarmanusia.

Tak cuma Malaysia, negara lain yang berisiko terancam wabah virus nipah adalah Kamboja, Ghana, Madagaskar, Filipina, Thailand, dan juga Indonesia.

Ini karena negara-negara tersebut merupakan wilayah hutan tropis yang merupakan habitat kelelawar Pteropus.

Baca juga: Mampukah Ilmuwan Mendeteksi Virus Zombie Sebelum Merebak Menjadi Wabah?

Baca juga: Serius, Militer AS Punya Protokol Hadapi Zombie dengan Code CONPLANN 8888-11

Virus Nipah atau NiV diketahui dibawa oleh kelelawar buah yakni spesies kelelawar Pteropus.
Virus Nipah atau NiV diketahui dibawa oleh kelelawar buah yakni spesies kelelawar Pteropus. (Istimewa)

Apa yang Terjadi Bila Terinfeksi Virus Nipah?

 

Dijelaskan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti gejala awal infeksi virus nipah tidak spesifik.

Menurutnya, ada orang yang terinfeksi tanpa gejala dan ada juga yang memiliki gejala berat.

“Gejala infeksi virus nipah pada manusia beragam, mulai dari tidak bergejala, gejala infeksi saluran napas akut ringan, gejala berat, hingga ensefalitis atau infeksi otak berat. Biasanya, gejala awal yang umum, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual muntah, sampai radang tenggorokan. Nah, dari situ baru memburuk,” jelas dr. Astrid.

“Ensefalitis adalah peradangan yang terjadi di jaringan otak dan dapat menyebabkan gejala gangguan saraf,” jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved