Makna di Balik Sembahyang Arwah Leluhur Tahun Baru Imlek dalam Budaya Tionghoa

Penghormatan leluhur yang sering disebut dengan sembahyang ternyata memiliki makna tersendiri.

Istimewa
Makna di Balik Sembahyang Arwah Leluhur Tahun Baru Imlek dalam Budaya Tionghoa 

Sembahyang tidak hanya untuk menghormati dan mendoakan arwah leluhir yang dikenal, tetapi juga kepada arwah yang tidak dikenal secara langsung.

Sembahyang ini disebut sebagai Sembahyang Rebutan.

Namun, terkadang orang-orang juga menyebutnya dengan Sembahyang Cio-ko pada bulan tujuh (Cit-gwee).

Sementara, dalam ajaran Buddha, sembahyang tersebut dikenal sebagai upacara Ulambana.

Melakukan sembahyang sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur di budaya Tionghoa, khususnya yang memegang kepercayaan Konghucu, merupakan suatu hal yang wajib.

Beberapa orang Tionghoa masih memiliki altar sembahyang dalam rumah.

Biasanya, altar tersebut juga disebut sebagai Meja Abu.

Barang-barang yang terdapat di atas Meja Abu antara lain adalah papan arwah, dupa dan lilin, uang kertas, dan makanan dan minuman.

Ilustrasi sembahyang saat perayaan Imlek.
Ilustrasi sembahyang saat perayaan Imlek. (Unsplash/@frankiefoto)

Untuk makanan dan minuman yang disajikan, setiap orang Tionghoa memiliki variasi yang berbeda.

Sajian tersebut juga akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi setiap orang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved