Makna di Balik Sembahyang Arwah Leluhur Tahun Baru Imlek dalam Budaya Tionghoa

Penghormatan leluhur yang sering disebut dengan sembahyang ternyata memiliki makna tersendiri.

Istimewa
Makna di Balik Sembahyang Arwah Leluhur Tahun Baru Imlek dalam Budaya Tionghoa 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jelang Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh, orang-orang Tionghoa dengan kepercayaan Konghucu biasanya akan melakukan sembahyang leluhur.

Penghormatan leluhur yang sering disebut dengan sembahyang ternyata memiliki makna tersendiri.

Mengutip buku “Hari-Hari Raya Tionghoa” yang ditulis oleh Marcus A.S., orang Tionghoa memiliki sebuah pepatah yang berbunyi “jika kita minum air, maka kita harus selalu ingat kepada sumbernya.”

Lmapion simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dnegan keberuntungan, rezeki dan kebahagiaan.
Lmapion simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dnegan keberuntungan, rezeki dan kebahagiaan. (Istimewa)

Berdasarkan pepatah tersebut, jika dikaitkan dengan kehidupan manusia maka kehidupan yang kini dijalani tidak akan ada jika tidak berasal dari leluhur.

Oleh karena itu, manusia harus tetap mengingat dan bersyukur akan kehidupan yang dijalani dengan menghormati leluhur.

Baca juga: Mengapa Lampion Identik dengan Perayaan Tahun Baru Imlek? Ini Penjelasannya

Baca juga: 8 Larangan yang Dilakukan Saat Imlek

Leluhur tidak melulu soal kakek dan nenek moyang.

Leluhur dalam kepercayaan orang Tionghoa mencakup keturunan yang lahir sebelum orang tersebut, termasuk ayah dan ibu.

Akan tetapi, sembahyang biasa dilakukan untuk menghormati mereka yang sudah meninggal.

Umat Konghucu dan Buddha percaya bahwa ada kehidupan lain setelah kematian.

Inilah yang juga menjadi alasan mengapa sembahyang leluhur dilakukan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved