Budaya

Lampion Identik dengan Perayaan Tahun Baru Imlek, Ini Penjelasannya

simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dnegan keberuntungan, rezeki dan kebahagiaan.

Istimewa
Lampion simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dnegan keberuntungan, rezeki dan kebahagiaan. 

Awalnya, lampion terbuat dari kertas kain, atau kulit binatang.

Pasalnya, memang masa pembuatan lampion bersamaan dengan terciptanya teknik pembuatan kertas.

Lampion terbuat dari rangka bambu, dan berwarna merah.

Namun, kini lampion mulai diidentikkan sebagai simbol Perayaan Thaun Baru Imlek dalam penanggalan Tionghoa pada masa Dinasti Ming.

Lampion yang terbuat dari bahan ringan melambangkan pribadi yang rendah hati dan ringan dalam membantu orang lain.

Sehingga orang tersebut senantiasa dapat memudahkan jalan untuk menggapai puncak dari tujuan kehidupan dengan adanya respon sosial yang baik.

Baca juga: Kompetisi Militer Rusia, China dan AS, Menurut Jerman Bikin Dunia Jadi Tidak Aman Lagi

Baca juga: Indonesia Kirim Surat Protes ke China Soal Klaim Laut China Selatan

Makna warna merah pada lampion

Warna merah pada lampion memiliki makna tersendiri.

Yakni, simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dnegan keberuntungan, rezeki dan kebahagiaan.

Sementara, saat lilinnya dinyalakan, maka cahaya merah ini melambangkan harapan dan semangat yang menyala-nyala.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved