Mengapa Donasi Susu Formula Saat Pandemi Covid-19 Berbahaya?

Donasi formula pada masa darurat hampir selalu menyebabkan bahaya karena menurunkan angka menyusui dan meningkatkan kasus infeksi.

Istimewa
Donasi formula pada masa darurat hampir selalu menyebabkan bahaya karena menurunkan angka menyusui dan meningkatkan kasus infeksi. 

Oleh Karleen Gribble dan Andini Pramono

LANGKAH sejumlah lembaga publik dan swasta di Indonesia memberikan donasi susu formula untuk bayi yang terdampak pandemi Covid-19 berpotensi memunculkan bahaya baru.

Donasi formula pada masa darurat hampir selalu menyebabkan bahaya karena menurunkan angka menyusui dan meningkatkan kasus infeksi.

Pemberian susu formula juga menempatkan bayi pada situasi bahaya pangan karena tidak tersedianya sumber pangan yang berkelanjutan.

Masalahnya, produsen dan distributor formula melihat pandemi ini sebagai peluang. Mereka memberikan informasi yang kurang tepat terkait keamanan menyusui pada masa pandemi dan mendistribusikan bantuan formula.

Langkah mereka jelas bertentangan dengan Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti Air Susu Ibu ( ASI) yang dikeluarkan WHO pada 1981.

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia telah meminta negara-negara anggota untuk menghentikan praktik pemasaran yang tidak etis dan donasi formula yang berbahaya ini.

Bencana dan susu formula

Pada masa normal saja, susu formula membawa banyak risiko terhadap kesehatan bayi. Risiko ini akan semakin meningkat pada kondisi darurat karena akses air bersih dan listrik terbatas (misalnya saat terjadi gempa bumi dan tsunami) atau keterbatasan ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19 sehingga menyulitkan orang tua membeli formula.

Dalam peristiwa gempa bumi di Yogyakarta pada 2006, misalnya, donasi formula untuk bayi menyebabkan kasus penyakit diare meningkat dua kali lipat pada bayi yang menerima bantuan formula.

Keluarga termiskin mendapat dampak terburuk karena muncul ketergantungan baru pada susu olahan pabrik dan tidak tersedianya akses air bersih dan listrik untuk memanaskan air pencampur formula.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved