Memahami D-dimer pada Pasien Covid-19, Apa Sih Itu?

Dahlan Iskan yang seorang penyintas Covid-19 mengaku saat terinfeksi Covid-19 Januari lalu, tingkat D-dimer dalam darahnya mencapai angka 2.600.

istimewa
Pasien virus corona 

Pria yang akrab disapa dokter Koko itu mengatakan, di dalam tubuh kita ada fragmen protein yang dapat membantu pembekuan darah.

Biasanya, darah membentuk gumpalan atau bekuan darah untuk menutup dan memulihkan luka, serta menghentikan pendarahan. Ini hal yang normal.

Namun dalam kasus tertentu, termasuk Covid-19, darah pasien mengalami hiperkoagulabilitas sehingga lebih mudah menggumpal.

"Tidak otomatis semua pasien begitu, tapi (orang dengan Covid-19) potensial mengalami penggumpalan darah," kata dokter Koko dihubungi Kompas.com, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Apa Itu Happy Hypoxia? Pasien Positif Virus Corona Meninggal Dunia tanpa Gejala

Baca juga: Apa Itu Pasien Nol? Mengapa Mereka Sangat Penting?

Dokter Koko menyampaikan, normalnya D-dimer seseorang berada di bawah angka 0,5 miligram per liter.

Nah, semakin tinggi D-dimer dalam darah seseorang artinya bahwa orang tersebut rentan mengalami penggumpalan darah di dalam tubuhnya.

" D-dimer adalah penanda potensial terjadi pengentalan darah," ucapnya.

Dokter yang menjadi penggagas Platform Vaksin untuk Kita (VUK) mengatakan, sebaiknya pasien Covid dievaluasi apakah darahnya potensial menggumpal atau tidak.

Pasalnya, ketika terjadi penggumpalan darah maka seseorang lebih berisiko mengalami penyakit kardiovaskuler seperti serangan stroke atau serangan jantung.

"Ketika seseorang mengalami pengentalan darah yang tak diantisipasi, bisa disusul dengan penggumpalan darah yang membentuk trombus dan atau emboli," paparnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved