Gletser Himalaya Longsor, Sebelumnya Para Ilmuwan Telah Memberi Peringatan

Gletser longsor tersebut membawa air, debu, batu yang menghancurkan meluncur ke ngarai dan menabrak bendungan.

AP Photo
ILUSTRASI- Gletser Gunung Himalaya 

TRIBUNKALTIM.CO - Gletser Himalaya longsor dan mengakibatkan bencana banjir bandang mematikan di wilayah India utara. Sedikitnya 180 orang hilang dan 19 orang tewas setelah bagian gletser di pegunungan ini longsor dan jatuh ke sungai.

Gletser longsor tersebut membawa air, debu, batu yang menghancurkan meluncur ke ngarai dan menabrak bendungan.

Dikutip dari CNN, Senin (8/2/2021), banyak korban terperangkap di bawah puing-puing, serta sebagian besar pekerja dari dua proyek pembangkit listrik di distrik Chamoli Uttarakhand hilang akibat longsoran salju.

Rekaman dari bencana gletser longsor pada, Minggu (7/2/2021) menunjukkan dinding air dan batu yang bergerak cepat mengalir ke jurang sempit dan menghancurkan bendungan di proyek pembangkit listrik tenaga air yang lebih kecil sebelum melonjak ke hilir, menyapu bangunan pohon dan penduduk.

Pejabat senior polisi Uttarakhand, Ashok Kumar mengatakan sekitar 2.500 orang di 13 desa terputus akibat banjir bandang susulan.

Gletser Himalaya terus mencair

Para ahli telah memperingatkan bahwa kawasan Pegunungan Himalaya secara ekologis sangat rentan terhadap banjir bandang dan tanah longsor.

Gletser Himalaya juga rentan terhadap kenaikan suhu global akibat perubahan iklim sebagai dampak dari aktivitas manusia. 

Saat es mencair, gletser menjadi tidak stabil dan semakin menyusut.

Kondisi ini menyebabkan terbentuknya danau-danau glasial, sehingga saat bagian-bagian gletser di depannya pecah, maka mereka akan melepaskan air yang terperangkap di belakangnya dan menyebabkan banjir.

Sebuah studi yang dipublikasikan tahun 2019 telah menemukan bahwa gletser Himalaya mencair dua kali lebih cepat dari abad lalu dan kehilangan hampir setengah meter es setiap tahunnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved