Belum Sempat Diproduksi Massal, Pesawat Pertama Buatan RI Dimuseumkan

Mahakarya Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie, Pesawat N250 Gatotkaca telah dimuseumkan di Yogyakarta.

Editor: Geafry Necolsen
KOMPAS
Mahakarya Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie, Pesawat N250 Gatotkaca telah dimuseumkan di Yogyakarta. 

Belum Sempat Diproduksi Massal, Pesawat Pertama Buatan RI Dimuseumkan

TRIBUNKALTIM.CO - Mahakarya Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie, Pesawat N250 Gatotkaca telah dimuseumkan di Yogyakarta.

Tepatnya pesawat pertama buatan putra Ibu Pertiwi ini akan dipajang di Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) yang berada di kawasan Lanud Adi Sutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal ini diamini oleh Manager Komunikasi Perusahaan dan Promosi PT Dirgantara Indonesia, Adi Prabowo.

Setelah dua dekade tidak beroperasi, pesawat tersebut dibawa dari PT Dirgantara Indonesia (DI), di Bandung, Jawa Barat, ke Yogyakarta melalui jalur darat.

Pada Jumat (21/8/2020) pukul 05.10 WIB, badan pesawat (fuselage) N250 Gatotkaca telah tiba di Muspusdirla.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Penerangan TNI AU Dirgantara Mandala (Kadispenau), Marsma TNI Fajar Adriyanto, badan Pesawat N250 ini telah menempuh perjalanan darat sejauh 567 kilometer.

"Melalui perjalanan yang sangat panjang, akhirnya Pesawat N250 Gatotokaca tiba di tempat peristirahatannya di Muspusdirla Yogyakarta. Perjalanan sang Gatotkaca ini menempuh jarak kurang lebih 567 kilometer," ucap Fajar.

Nantinya, kata Fajar, pesawat rancangan BJ Habibie tersebut akan dijadikan monumen yang bisa dilihat masyarakat.

Alasannya, pemerintah ingin masyarakat tahu bahwa Indonesia pernah mampu membuat pesawat terbang dengan teknologi mutakhir dan canggih pada masanya.

"Sebagai pertanda bahwa bangsa Indonesia mampu membuat pesawat terbang dengan teknologi canggih, yakni fly by wire," tutur Fajar.

Baca juga: TNI Angkatan Laut Mulai Gunakan Kapal Selam Buatan Sendiri

Baca juga: Ini Alasan Pesawat Rusak dan yang Telah Pensiun Biasanya Disimpan di Gurun Pasir

Baca juga: Bagaimana Nasib Bangkai Pesawat yang Sudah Tidak Terpakai?

Sebelumnya, rencana membawa Pesawat N250 ke museum di Yogyakarta ini telah lama digagas oleh Panglima TNI AU Marsekal Hadi Tjahjono semasa menjabat Kasau.

Satu di antara tujuannya adalah untuk memamerkan kepada masyarakat atas keberhasilan putra bangsa dalam dunia dirgantara.

"Kenapa dibawa ke museum ini? Ini karena gagasan dari Bapak Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang saat itu menjadi Kasau. Beliau ingin pesawat yang membanggakan ini bisa dilihat oleh seluruh masyarakat Indonesia," pungkas Fajar.

Fajar menyebut, Pesawat N250 Gatotkaca akan menjadi koleksi ke-60 yang dimiliki oleh Muspusdirla.

"Ini akan menjadi koleksi dari seluruh pesawat-pesawat yang ada di Indonesia. Kami sudah mengoleksi 59 pesawat dari berbagai negara. Ini menjadi koleksi yang ke-60 dan inilah yang buatan Indonesia," terang Fajar.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved