Budaya

Sejumlah Biksu di Jepang Habiskan Hidupnya Bertahun-tahun untuk Jadi Mumi, Prosesnya Mengerikan

Para biksu yang merupakan pengikut shugendo, suatu bentuk kuno Buddhisme dan mereka meninggal dalam 'tindakan terakhir penyangkalan diri'.

istimewa
Para biksu yang merupakan pengikut shugendo, suatu bentuk kuno Buddhisme dan mereka meninggal dalam 'tindakan terakhir penyangkalan diri'. 

Sejumlah Biksu di Jepang Habiskan Hidupnya Bertahun-tahun untuk Jadi Mumi, Prosesnya Mengerikan

TRIBUNTRAVEL.COM - Jepang rupanya juga menyimpan sejumlah hal yang mengerikan dan membuatmu tercengang.

Bukan indahnya pemandangan Gunung Fuji atau nikmatnya semangkok ramen seperti yang dibayangkan orang pada umumnya.

Melainkan aksi yang dilakukan sejumlah biksu di Jepang yang mendedikasikan hidupnya untuk bisa menjadi mumi.

 

Melansir news.com.au, Selasa (19/1/2021), ada 16 mumi biksu 'sokushinbutsu' yang bisa kamu kunjungi di kuil-kuil yang terletak di utara Jepang.

Para biksu yang merupakan pengikut shugendo, suatu bentuk kuno Buddhisme dan mereka meninggal dalam 'tindakan terakhir penyangkalan diri'.

Menurut Atlas Obscura, "Selama tiga tahun, para biksu akan makan makanan khusus yang hanya terdiri dari kacang-kacangan dan biji-bijian, sambil melakukan aktivitas fisik yang ketat untuk menghilangkan lemak tubuh mereka."

Baca juga: Tradisi Ekstrem Suku Dani, Potong 1 Jari Setiap Ada Keluarga yang Meninggal

Baca juga: Ritual Hidupkan Kembali Jasad Leluhur Manene di Tana Toraja

Biksu Mumi Jepang.
Biksu Mumi Jepang. (History Channel via news.com.au)

"Mereka kemudian hanya makan kulit kayu dan akar selama tiga tahun lagi dan mulai minum teh beracun yang dibuat dari getah pohon urushi, biasanya digunakan untuk mangk poison ivyuk pernis (kulit kayunya mengandung senyawa beracun yang sama yang membuat sangat beracun)," lanjutnya.

Ia menambahkan, "Ini menyebabkan muntah dan kehilangan cairan tubuh dengan cepat, dan yang terpenting membunuh belatung dan parasit yang mungkin menyebabkan tubuh membusuk setelah kematian."

Setelah menyelesaikan siklus seribu hari (tiga tahun), biksu dianggap siap secara spiritual untuk memasuki fase berikutnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved