Ekonomi

Apakah Vaksin Covid-19 Mampu Pulihkan Industri Penerbangan?

Menurutnya, pemulihan industri penerbangan terjadi karena masyarakat sudah percaya diri untuk melakukan penerbangan dan sudah tidak khawatir untuk mem

Tribunnews
Peluncuran livery masker pesawat ini merupakan bagian dari dari dukungan Garuda Indonesia terhadap program edukasi pemerintah melalui gerakan 'Ayo Pakai Masker'. 

Apakah Vaksin Covid-19 Mampu Pulihkan Industri Penerbangan?

TRIBUNTRAVEL.COM - Direktur Utama PT Angkasa Pura I (AP I) Faik Fahmi mengatakan bahwa distribusi vaksin Covid-19 di Indonesia merupakan faktor positif untuk perbaikan industri penerbangan.

“Dari awal kami cukup optimis. Dengan adanya vaksin, ini jadi faktor optimisme kita bahwa pertumbuhan traffic angkutan udara makin membaik,” ujarnya.

Faik melanjutkan, distribusi vaksin Covid-19 diharap dapat segera direalisasikan agar industri penerbangan Nusantara bisa cepat pulih.

Menurutnya, pemulihan industri penerbangan terjadi karena masyarakat sudah percaya diri untuk melakukan penerbangan dan sudah tidak khawatir untuk memanfaatkan transportasi udara.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP1 Devy Suradji mengucapkan hal yang sama.

Sejumlah calon penumpang antre untuk lapor di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menghentikan sementara aktivitas penerbangan komersial terjadwal baik dalam dan luar negeri terhitung mulai 24 April hingga 1 Juni 2020. Hal tersebut merupakan bagian dari pengendalian transportasi selama masa mudik Lebaran 1441 H untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Sejumlah calon penumpang antre untuk lapor di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menghentikan sementara aktivitas penerbangan komersial terjadwal baik dalam dan luar negeri terhitung mulai 24 April hingga 1 Juni 2020. Hal tersebut merupakan bagian dari pengendalian transportasi selama masa mudik Lebaran 1441 H untuk mencegah penyebaran Covid-19. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)

“Bisa membuat penumpang nyaman untuk bergerak. Beberapa maskapai di luar mulai berencana untuk terapkan vaksinasi untuk syarat terbang,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Jika pemerintah Indonesia berlakukan vaksinasi sebagai salah satu syarat penerbangan, Devy melanjutkan, maskapai mau tidak mau harus melakukan hal yang sama.

Baca juga: Jarang Beroperasi Selama Pandemi, Tempat Penyimpanan Pesawat di Seluruh Dunia Penuh

Baca juga: Mengapa Black Box Pesawat Sangat Penting Dalam Penerbangan?

25 Tahun Beroperasi, Maskapai Penerbangan Palestina Tutup Selamanya

“Lihat kondisi dan keadaan, kalau vaksin diadakan dan penumpang bisa terbang kenapa tidak,” sambungnya.

Direktur Operasional AP1 Wendo Asrul Rose pun setuju dengan Faik.

Menurutnya, adanya vaksin dapat memengaruhi dicabutnya aturan jaga jarak yang juga berdampak pada pergerakan di bandara.

Menurutnya, adanya aturan jaga jarak merupakan halangan di bandara karena memengaruhi kapasitas pesawat di bandara yang biasanya dapat menampung 35 pesawat.

“Ngurah Rai sekarang slot per jam melayani 25 pergerakan karena ada keterbatasan fasilitas terminal. Peak hours tidak bisa menampung 33 pesawat bersamaan, pergerakan bersamaan” ujar Wendo.

“Luasanya tidak bisa akomodir dari syarat jaga jarak. Kalau sudah tidak ada aturan itu, kita bisa ke slot biasa. Saya yakin dengan vaksinasi yang diberlakukan nanti, slot akan naik, permintaan pengguna jasa penerbangan akan tinggi,” imbuhnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved