Sains

Mengapa Indonesia Semakin Kerap Diguncang Gempa?

Selain letak Indonesia yang berada di cincin api, wilayah Indonesia berada di antara pertemuan tiga lempeng bumi.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Selain letak Indonesia yang berada di cincin api, wilayah Indonesia berada di antara pertemuan tiga lempeng bumi. 

Mengapa Indonesia Semakin Kerap Diguncang Gempa?

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Dalam beberap waktu terakhir, gempa bumi kerap dirasakan oleh masyarakat Indonesia di berbagai daerah.

Lantas mengapa wilayah Indonesia kerap diguncang gempa bumi?

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, Indonesia kerap diguncang gempa bumi karena dampak dari banyaknya sumber gempa.

"Kita itu saat ini memiliki enam zona subduksi lempeng. Kemudian kalau dirinci, masih 13 segmen megathrust. Itu generator atau pembangkit gempa dahsyat," ujar Daryono.

Baca juga: Jika Terjebak di Air Dalam, Ini Cara Mencegah Agar Tidak Tenggelam

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dilakukan Jika Gempa Terjadi, Jauhi Laut Hindari Tsunami

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Musibah Kebakaran?

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Tersesat di Gunung?

Adapun beberapa segmen megathrust ada di barat Sumatera, selatan Jawa, utara Sulawesi, laut Maluku yang diguncang gempa, utara Papua, dan lain sebagainya.

"Dan itu potensi terjadinya tsunami sangatlah tinggi," katanya. Ia mengatakan, tak hanya zona megathrust, terdapat pula zona sesar aktif yang merupakan lempengan yang patah dan bergeser.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, zona sesar aktif tersebut ada lebih dari 295 titik dan siap terjadi secara bergantian.

Dengan demikian, imbuhnya, bila menjumpai terdapat kejadian gempa yang berdekatan lokasi dan waktunya, hal itu bukan karena saling picu atau saling menjalar.

"Itu hanya kebetulan saja, jadi sampai saat ini pun secara empiris untuk membuktikan sebuah gempa dapat memicu gempa lain, itu masih sulit untuk dibuktikan," papar dia.

Daryono pun kembali memastikan bahwa Indonesia berada di kawasan sesar aktif dan kompleks. Aktif artinya kejadian gempa sangatlah tinggi, sedangkan kompleks artinya berbagai macam sumber gempa ada di Indonesia.

"Kalau di Indonesia itu banyak terjadi gempa, ya wajar-wajar saja. Karena banyak sumber gempa itu tadi," terangnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) serta Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menambahkan,

penyebab kerapnya Indonesia diguncang gempa bumi, yakni selain letak Indonesia yang berada di cincin api, wilayah Indonesia berada di antara pertemuan tiga lempeng bumi.

Adapun ketiga lempeng tersebut adalah lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Ia menekankan, bencana bisa terjadi kapan saja dan masyarakat yang harus bersiap.

"Memang karakteristiknya alami. Sekarang yang menjadi masalah adalah orang harus menyesuaikan, bukan bencana yang disuruh berhenti," kata Agus.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk dapat selalu siap dan siaga ketika terjadi bencana. "Masyarakat harus memiliki kesadaran hidup di kawasan rawan bencana," ucapnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved