Benarkah Air Hujan Bisa Menyebabkan Bagian Mobil Berkarat?

Mungkin Anda sering mendengar anggapan tentang bodi mobil yang bisa berkarat jika terkena hujan terus menerus dan tidak langsung dibersihkan.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Apabila terkena air hujan saja jadi penyebab mobil berkarat, maka potensi karat akan bisa lebih mudah muncul apabila tercampur dengan debu atau kotoran. 

Benarkah Air Hujan Bisa Menyebabkan Bagian Mobil Berkarat?

TRIBUNKALTIM.CO - Ada empat faktor yang menjadi penyebab mobil berkarat jika setelah terkena hujan mobil tidak langsung dicuci.
Jadi sebelum karat muncul, jangan remehkan air hujan yang mengguyur mobil Anda ya...
Mungkin Anda sering mendengar anggapan tentang bodi mobil yang bisa berkarat jika terkena hujan terus menerus dan tidak langsung dibersihkan.

Anggapan ini memang tidak salah, namun pernahkah Anda mengetahui apa yang menyebabkan karat tersebut muncul?

Baca juga: Memanfaatkan Bumbu Dapur untuk Membersihkan Karat pada Mobil

Baca juga: Saat Indikator BBM Berada di Posisi E, Berapa Jauh Mobil Bisa Berjalan?

Mungkin untuk mengetahui simulasi karat yang muncul di mobil akibat hujan, Anda bisa melihat beberapa material berbahan logam, misalnya pagar rumah.

Jika material logam tersebut terus menerus terkena hujan, maka lama kelamaan karat pun timbul.

Lalu Apa yang menjadi penyebab mobil berkarat jika terkena hujan terus menerus? Berikut penjelasannya:

1. Kandungan Garam

Tidak dapat dipungkiri, air hujan mengandung garam disetiap butirannya. Hal itu karena air hujan tercipta dari air laut yang menguap. Air laut inilah yang membuat konsentrasi garam dalam air hujan cukup tinggi.

Dalam sebuah penelitian, air hujan menggandung pH 3-5 yang berarti air hujan cenderung bersifat basa.

Baca juga: Bukan Empty, Ini Arti Huruf E di Indikator Bensin

Jika air hujan dibiarkan menempel pada permukaan cat mobil, berarti sama saja menempelkan garam pada permukaan cat tersebut.

Bayangkan jika garam yang menempel dalam jumlah banyak dan terus menerus, maka cat mobil bisa rontok.

2. Tercemar Polusi

Tinggal di daerah perkotaan apalagi di kawasan industri, tentu berbeda dengan tinggal di daerah pegunungan yang masih banyak sekali tanaman rindang.

Polusi udara dari asap kendaraan bermotor dan pabrik industri akan berkumpul di awan. Sehingga apabila hujan turun, maka bakal membawa serta zat-zat polutan tersebut kembali ke bumi.

Baca juga: Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Setir di Sebelah Kanan?

Karenanya jika Anda tinggal diperkotaan apalagi di kawasan industri, sebaiknya langsung mencuci mobil setelah terkena hujan.

Ini agar zat-zat berbahaya yang turun bersama air hujan tidak merusak lapisan cat mobil Anda dan jadi penyebab mobil berkarat.

3. Ada Bantuan Oksigen

Selain air, material logam juga akan bereaksi ketika terkena oksigen. Oksigen ini akan meresap melalui pori-pori yang amat kecil dari lapisan cat mobil. Lama kelamaan, besi atau logam lainnya akan ditumbuhi karat apabila terkena oksigen.

Baca juga: Tambahkan Sampo atau Sabun Cuci Piring, Dijamin Wiper Mobil Lebih Awet

Kedua kandungan ini tentunya terdapat pula pada air hujan.

Jika permukaan eksterior mobil tidak langsung dibasuh dengan air bersih, maka oksigen tersebut akan tetap menempel di pori-pori cat mobil. Pada akhirnya ini memicu terjadinya karat.

4. Debu dan Kotoran dari Jalan

Parkir mobil
Parkir mobil (istimewa)

Apabila terkena air hujan saja jadi penyebab mobil berkarat, maka potensi karat akan bisa lebih mudah muncul apabila tercampur dengan debu atau kotoran.

Debu dan kotoran ini biasanya menempel di bodi mobil dari percikan genangan air saat mobil melintas. Saat kotoran dibiarkan menempel, maka itu mempercepat timbulnya karat di bodi mobil.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved