Fakta Menarik

Rahasia Emas ASI, Ilmuwan Ungkap Manfaatnya pada Kekebalan Bayi

Fakta seputar manfaat air susu ibu ( ASI) telah banyak dibuktikan oleh berbagai penelitian. Salah satunya dalam memperkuat sistem kekebalan bayi.

Editor: Geafry Necolsen
HelloSehat
Fakta seputar manfaat air susu ibu ( ASI) telah banyak dibuktikan oleh berbagai penelitian. Salah satunya dalam memperkuat sistem kekebalan bayi. 

TRIBUNKALTIM.CO  - Fakta seputar manfaat air susu ibu ( ASI) telah banyak dibuktikan oleh berbagai penelitian. Salah satunya dalam memperkuat sistem kekebalan bayi.

Manfaat ASI diketahui dapat mendukung flora susu yang memberi manfaat luar biasa bagi anak.

Lantas, bagaimana menjelaskan mekanisme molekuler di balik air susu ibu?

Tim ilmuwan dari RESIST Cluster of Excellence di Hannover Medical School (MHH), baru-baru ini menemukan bagaimana proses alarmin, yakni mekanisme ASI mendukung flora susu, itu terjadi.

Baca juga: Ilmuwan Rusia Teliti Kandungan ASI Sebagai Bahan Vaksin Covid-19

Baca juga: Benarkah Bayi Jadi Pilek Kalau Ibu Menyusui Minum Es?

Seperti dikutip dari Science Daily, studi ini melibatkan peneliti dari University of Bonn dan hasilnya telah dipublikasikan sebelumnya secara daring di jurnal medis Gastroenterology.

"Alarmin adalah ' rahasia emas' dalam ASI. Protein ini mencegah gangguan kolonisasi usus berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan darah dan peradangan usus," ungkap Ketua Tim Prof.Dr. Dorothee Viemann dari Hannover Medical School (MHH) Clinic for Pediatric Pneumology, Allergology and Neonatology.

Sistem kekebalan usus pascapersalinan, yaitu flora dan mukosa usus, matang melalui interaksi dengan bakteri di lingkungan.

Baca juga: Berdampak pada Bayi, Apakah Ibu Menyusui Boleh Minum Kopi?

Baca juga: Cara Sterilisasi Peralatan Menyusui dan Makan Bayi, Agar Terhindar dari Infeksi Virus Corona

Hal ini meningkatkan keanekaragaman bakteri optimal yang bertahan seumur hidup, memberikan perlindungan terhadap banyak penyakit.

"Alarmin mengontrol proses adaptasi ini," jelas Prof Viemann, yang penelitiannya telah mengungkapkan bahwa peptida dan protein ini berasal dari ASI dan muncul di saluran usus anak.

Proses persalinan berperan dalam hal ini, karena bayi yang lahir melalui operasi caesar terencana menunjukkan tingkat alarmin yang lebih rendah daripada bayi yang lahir melalui persalinan normal.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved