Virus Corona

Apakah Vaksin Covid-19 Efektif? Ini 3 Pertanyaan Penting yang Dijawab Ahlinya

Menurut para ahli, jawaban dari beberapa pertanyaan tergantung pada sistem kekebalan masing-masing orang.

istimewa
Menurut para ahli, jawaban dari beberapa pertanyaan tergantung pada sistem kekebalan masing-masing orang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah melalui berbagai proses, vaksin Covid-19 mulai diluncurkan, sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran SARS-CoV-2 atau virus corona.

Meski demikian, masih banyak pertanyaan yang muncul di kalangan masyarakat terkait vaksin Covid-19. Salah satunya, apakah seseorang yang telah divaksinasi Covid-19 masih dapat menularkan virus corona?

Menurut para ahli, jawaban dari beberapa pertanyaan tergantung pada sistem kekebalan masing-masing orang.

Melansir NPR, berikut tiga pertanyaan penting yang sering muncul terkait vaksin Covid-19.

1. Apakah orang yang divaksinasi Covid-19 masih bisa menularkan virus corona?

Marion Pepper, ahli imunologi di Universitas Washington, mengatakan itu bukan hanya pertanyaan untuk vaksin ini, tetapi untuk vaksin secara umum.

"Saya pikir sulit untuk mengatakannya, karena kami masih terus-menerus dibombardir oleh patogen virus corona yang berbeda dan kami tidak tahu kapan sistem kekebalan Anda merespons," katanya.

Baca juga: Deretan Bencana Alam di Awal Tahun 2021

Baca juga: Terjadi Bencana di Sulbar dan Kalsel, Bagaimana Program Vaksinasi di Sana?

Baca juga: Setelah Suntik Vaksin Jangan Langsung Mengemudi, Ini Alasannya

Setelah menerima vaksin Covid-19, jika seseorang terinfeksi virus corona kemungkinan tidak akan menimbulkan gejala parah, bahkan mungkin tanpa gejala. Namun, daam kondisi ini tetap bisa menularkan virus corona pada orang lain.

“Ketika seseorang terinfeksi - atau diinokulasi dengan vaksin - sistem kekebalan bersiap untuk menghasilkan antibodi yang secara khusus menargetkan virus. Seiring waktu, antibodi tersebut secara alami berkurang,” jelas Pepper.

Tetapi sistem kekebalan masih menyimpan ingatan akan virus itu, dan jika virus itu muncul lagi, sel-sel mulai bekerja dan mulai menyiapkan kumpulan antibodi baru. Namun, proses itu bisa memakan waktu tiga hingga lima hari.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved