Fenomena

Selama Lockdown, Temuan Koin Emas dan Harta Karun Semakin Meningkat

Sejak masa lockdown pertama pada Maret 2020 saja, skema tersebut melaporkan 6.251 penemuan.

istimewa
Ilustrasi. Arkeolog menemukan sebuah kendi yang diduga adalah celengan kuno. Celengan kuno tersebut berisi empat koin emas di dalamnya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tindakan penguncian atau lockdown meningkatkan jumlah penemuan arkeologi di taman belakang.

Temuan-temuan ini cukup unik termasuk koin emas pada abad ke-15, British Museum melaporkan.

Lebih dari 47.000 penemuan telah terdaftar di British Museum's Portable Antiquities Scheme (PAS) sepanjang tahun ini dan banyak diantaranya ditemukan di taman.

Sejak masa lockdown pertama pada Maret 2020 saja, skema tersebut melaporkan 6.251 penemuan.

Saat itulah pendeteksian logam dilarang digunakan di ladang sehingga orang-orang beralih ke kebun belakang rumah masing-masing.

Penemuan itu termasuk perabot Romawi yang menggambarkan dewa Oceanus, tumpukan koin emas, dan dugaan pemalsuan matriks segel uskup pada abad pertengahan.

Timbunan emas abad ke-15, yang juga termasuk satu koin perak, ditemukan di kawasan New Forest di Hampshire oleh orang-orang yang mencabut rumput liar di kebun mereka.

Berasal dari periode Tudor, tumpukan itu termasuk empat koin dari masa pemerintahan Henry VIII, yang secara tidak biasa menampilkan inisial istrinya Catherine dari Aragon, Anne Boleyn dan Jane Seymour, kata British Museum.

Nilai total koin pada saat mereka dicetak akan jauh melebihi upah tahunan rata-rata seseorang yang hidup di periode Tudor, kata para ahli.

Koleksi 50 koin emas dari era apartheid Afrika Selatan juga ditemukan selama penguncian pertama, di taman Milton Keynes.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Geafry Necolsen
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved