Kesehatan

Berapa Durasi yang Aman untuk Anak Bermain & Belajar di Depan Layar? 

saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia lebih banyak yang tinggal di rumah selama pandemi. Demikian pula dengan anak-anak usia sekolah, masih ha

Tribunnews
saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia lebih banyak yang tinggal di rumah selama pandemi. Anak usia sekolah, masih harus belajar di rumah melalui handphone atau perangkat komputer. 

Berapa Durasi yang Aman untuk Anak Bermain & Belajar di Depan Layar? 

TRIBUNKALTIM.CO - Bagi anak zaman sekarang, menonton TV atau menggunakan gadget hingga berjam-jam sudah bukan lagi hal yang aneh untuk dilakukan.

Beberapa orangtua bahkan tak ragu untuk membolehkan anak kecilnya main game atau menonton video di perangkat elektroniknya sebagai “senjata” agar mereka tetap anteng dan tidak rewel mengamuk tantrum di muka umum.

Apa lagi, saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia lebih banyak yang tinggal di rumah selama pandemi.

Demikian pula dengan anak-anak usia sekolah, masih harus belajar di rumah melalui handphone atau perangkat komputer.

Baca juga: Zoom Fatigue, Fenomena Kelelahan Setelah Melakukan Konferensi Video

Kerja di Depan Komputer Lebih dari 5 Jam? Itu Sangat Tidak Sehat

Nonton TV Terlalu Dekat, Tidak Menyebabkan Kerusakan Mata, Ini Faktanya

Namun tahukah Anda, semakin sering anak menghabiskan waktu di depan layar elektronik semasa kecilnya, semakin banyak dampak buruk yang bisa memengaruhi tumbuh kembangnya hingga ia dewasa nanti?

Apa akibatnya jika anak menonton TV terlalu lama?

Laporan KPI menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia menempati urutan teratas dalam urusan menonton siaran televisi terlama di antara negara-negara ASEAN.

Anak Indonesia rata-rata menonton TV hingga 5-7 jam setiap hari, sementara anak-anak di negara ASEAN lainnya hanya menghabiskan waktu di depan TV sekitar 2-3 jam per hari.

Sebuah penelitian terbitan Archives of Disease in Childhood tahun 2017 melaporkan bahwa anak-anak yang terbiasa menonton televisi lebih dari 3 jam setiap hari berisiko tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved