Tips dan Trik

Sebaiknya Turun dari Kendaraan Saat Isi BBM, Ini Alasannya

Ketika ada percikan api di sekitar atau pada kendaraan, umumnya pemilik akan panik dan meninggalkan atau menjatuhkan motor segera

Editor: Geafry Necolsen
Kompas
Ketika ada percikan api di sekitar atau pada kendaraan, umumnya pemilik akan panik dan meninggalkan atau menjatuhkan motor segera (karena tidak di standar). 

Sebaiknya Turun dari Kendaraan Saat Isi BBM, Ini Alasannya

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Turun dan mematikan mesin kendaraan bermotor saat akan mengisi bahan bakar minyak ( BBM) merupakan salah satu prosedur wajib yang ada tiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU).

Supervisor SPBU COCO Pertamina MT Haryono (31.128.02) Hendro Sihombing menjelaskan, hal tersebut berguna untuk menghindari penyebaran jika terjadi percikan atau munculnya api.

"Ketika ada percikan api di sekitar atau pada kendaraan, umumnya pemilik akan panik dan meninggalkan atau menjatuhkan motor segera (karena tidak di standar).

SPBU 24 Jam Samarinda
SPBU 24 Jam Samarinda (Tribun Kaltim)

Prilaku seperti ini yang ingin dihindari, karena potensi api tambah besar dan menyebar," kata Hendro kepada Kompas.com belum lama ini.

Ini akan berbeda jika motor di standar dan pemiliknya turun dari motor.

Seandainya ada kebakaran, pemilik hanya lari meninggalkan motor di tempat tapi api tidak menyebar. Penanganannya pun bisa lebih cepat.

"Jadi penting untuk turun dari motor ketika melakukan pengisian BBM. Jangan sepelekan ini," ujar Hendro.

Pada kesempatan terpisah, Mae Ascan, ilmuwan bahan bakar Shell mengatakan, selain turun dari motor, mesin juga wajib dimatikan untuk menghindari faktor-faktor eksternal yang dapat menjadi pemantik api.

“Mesin juga wajib dimatikan. Ini selalu menjadi standar keamanan di SPBU Shell di seluruh dunia.

Jadi meski agak merepotkan kami harapkan konsumen memahami tujuannya,” kata Mae mengutip catatan Kompas.com.

Menurut dia, mesin kendaraan merupakan unsur pemantik api.

Saat didukung udara dan ada zat pembakaran yakni uap bensin, maka hanya butuh sepersekian detik dari keadaan normal untuk memicu api.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved