Fakta Menarik

Helicopter Parenting, Pola Asuh yang Merugikan Anak Saat Dewasa

Dahulu mungkin absennya kehadiran orangtua dalam tumbuh kembang anak menjadi masalah besar, tetapi justru kini yang terjadi malah kebalikannya, terja

Editor: Geafry Necolsen
net
Metode yang satu ini mungkin terlihat baik karena orangtua selalu ada di samping anak. Tetapi tentu saja ketika dilakukan berlebihan dapat menimbulkan efek buruk. 

Helicopter Parenting, Pola Asuh yang Merugikan Anak Saat Dewasa

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Dahulu mungkin absennya kehadiran orangtua dalam tumbuh kembang anak menjadi masalah besar,

tetapi justru kini yang terjadi malah kebalikannya, terjadi fenomena helicopter parenting, yaitu pola pengasuhan yang dinilai terlalu mencampuri urusan anak. 

Metode yang satu ini mungkin terlihat baik karena orangtua selalu ada di samping anak,

tetapi tentu saja ketika dilakukan berlebihan dapat menimbulkan efek buruk. Bagaimana bisa, ya?

Apa itu helicopter parenting?

Helicopter parenting adalah metode pengasuhan ketika orangtua turun langsung ke masalah apapun yang dihadapi oleh anak mereka.

Istilah ini sebenarnya sudah lama dipakai, tetapi kembali muncul ketika film Indonesia berjudul Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Angga Dwimas Sasongko menggambarkannya. 

Film yang disingkat menjadi NKCTHI ini menceritakan keluarga yang lengkap dan terlihat harmonis.

Misalnya, ayah yang memperhatikan anak-anaknya dan memasak setiap akhir pekan dan ibu yang memutuskan untuk tinggal di rumah merawat anak-anaknya. 

dampak depresi orangtua

Anak-anaknya pun digambarkan sebagai sosok yang memiliki perilaku yang baik dan pendidikan yang bagus, tetapi jauh di dalam hati ternyata mereka tidak merasa bahagia. 

Biasanya, helicopter parenting ditunjukkan dengan mengawasi anak ketika mereka mengerjakan tugas atau mencegah anak menyelesaikan masalahnya sendiri. 

Terlihat membantu, namun metode ini ternyata cukup bermasalah dan menimbulkan efek buruk terhadap anak.

Terlebih lagi ketika hal ini dilakukan secara berlebihan, alias protektif terhadap anak sendiri. 

Dampak buruk dari helicopter parenting

menahan emosi

Menurut penelitian dari American Psychological Association, helicopter parenting adalah cara mengasuh anak yang bisa memengaruhi kemampuan mereka. Baik secara emosi maupun perilaku. 

Penelitian yang dipublikasikan di Developmental Psychology ini menunjukkan bahwa anak dengan pola pengasuhan ini cenderung kurang mampu menghadapi masalah. 

Mulai dari masalah ketika tumbuh dewasa, menghadapi persoalan di lingkungan sekolah, hingga sulit bersosialisasi dengan orang lain. 

Bahkan, kebanyakan anak dengan metode helicopter parenting kurang dapat mengatur emosi dan perilaku, sehingga tidak jarang memiliki banyak masalah di sekolahnya.

mengatasi anak manja menghadapi anak manja

Hal ini mungkin dikarenakan anak cukup ketergantungan terhadap orangtua atau orang yang mengasuh mereka.

Mulai dari bagaimana harus bersikap, memenuhi keinginan, hingga mengerti perasaan diri sendiri. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved