Sains

Mengapa Harus Mengunyah Makanan Sampai 32 Kali? 

Mengunyah berkali-kali dapat mengubah makanan dari bertekstur padat menjadi lebih cair.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Mengunyah berkali-kali dapat mengubah makanan dari bertekstur padat menjadi lebih cair. 

Menurut Healthline, 32 merupakan rata-rata gigitan makanan dalam satu proses mengunyah. Saat mengunyah makanan seperti steak atau kacang, Anda memerlukan 40 kunyahan setiap suap.

Sedangkan makanan yang lunak seperti semangka, boleh jadi makanan sudah tak tersisa begitu dikunyah 15 kali dalam setiap gigitan.

Manfaat mengunyah untuk pencernaan Terlepas dari keharusan berapa kalinya, mengunyah makanan merupakan langkah pertama pencernaan.

Proses mengunyah serta air liur dapat memecah dan mencampurkan makanan di mulut. Dari sana, makanan bisa masuk ke kerongkongan saat ditelan.

Kerongkongan lantas mendorong makanan ke perut. Dibantu enzim, perut akan menyimpan makanan sebagai cadangan energi.

Makanan yang dicerna saat sudah terasa cukup di perut akan bergerak ke usus kecil. Setelah itu, makanan bercampur dengan lebih banyak enzim.

Nutrisi dari makanan diserap di usus kecil. Sedangkan sampah sisa pencernaan dikirim ke usus besar. Limbah tersebut lantas dikeluarkan lewat dubur dan anus.

Orang-orang yang tidak mengunyah makanan depan tepat atau terbiasa buru-buru menelan makanan berisiko mengalami masalah pencernaan.

Selain itu, ada juga risiko tersedak, dehidrasi, sampai kekurangan gizi. Lantas, perlukah kita mengunyah 32 kali?

Ahli gizi Stacey McIntosh dari University of Utah di AS menjelaskan, tidak ada patokan baku berapa kali idealnya saat mengunyah makanan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved