Sains

Mengapa Harus Mengunyah Makanan Sampai 32 Kali? 

Mengunyah berkali-kali dapat mengubah makanan dari bertekstur padat menjadi lebih cair.

Editor: Geafry Necolsen
istimewa
Mengunyah berkali-kali dapat mengubah makanan dari bertekstur padat menjadi lebih cair. 

Mengapa Harus Mengunyah Makanan Sampai 32 Kali? 

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Saat makan, kita kerap mengabaikan berapa kali kita mengunyah dalam sekali suapan.

Terlebih dalam kondisi terburu-buru. Seluruh makanan di piring bisa ludes dalam hitungan menit. Makan terburu-buru disebut tidak baik bagi kesehatan.

Bahkan, ada anjuran mengunyah makanan di mulut perlu 32 kali.

Kemunculan teori mengunyah 32 kali banyak orang mempertanyakan, kenapa mengunyah harus 32 kali? Tidak 25 kali? Atau 33 kali?

Melansir NDTV, ide menguyah perlu 32 kali dicetuskan seorang ahli gizi asal AS bernama Horace Fletcher.

Pada 1800-an silam, sosok berjuluk "The Great Masticator" ini melakukan eksperimen yang menunjukkan pentingnya mengunyah.

Menurut penelitiannya, mengunyah 32 kali terkait dengan jumlah gigi manusia.

Mengunyah berkali-kali dapat mengubah makanan dari bertekstur padat menjadi lebih cair.

Selama mengunyah 32 kali, aneka rasa makanan yang akan masuk ke perut juga jadi lebih netral. Namun, jumlah tersebut tidak dianggap angka pasti.

Menurut Healthline, 32 merupakan rata-rata gigitan makanan dalam satu proses mengunyah. Saat mengunyah makanan seperti steak atau kacang, Anda memerlukan 40 kunyahan setiap suap.

Sedangkan makanan yang lunak seperti semangka, boleh jadi makanan sudah tak tersisa begitu dikunyah 15 kali dalam setiap gigitan.

Manfaat mengunyah untuk pencernaan Terlepas dari keharusan berapa kalinya, mengunyah makanan merupakan langkah pertama pencernaan.

Proses mengunyah serta air liur dapat memecah dan mencampurkan makanan di mulut. Dari sana, makanan bisa masuk ke kerongkongan saat ditelan.

Kerongkongan lantas mendorong makanan ke perut. Dibantu enzim, perut akan menyimpan makanan sebagai cadangan energi.

Makanan yang dicerna saat sudah terasa cukup di perut akan bergerak ke usus kecil. Setelah itu, makanan bercampur dengan lebih banyak enzim.

Nutrisi dari makanan diserap di usus kecil. Sedangkan sampah sisa pencernaan dikirim ke usus besar. Limbah tersebut lantas dikeluarkan lewat dubur dan anus.

Orang-orang yang tidak mengunyah makanan depan tepat atau terbiasa buru-buru menelan makanan berisiko mengalami masalah pencernaan.

Selain itu, ada juga risiko tersedak, dehidrasi, sampai kekurangan gizi. Lantas, perlukah kita mengunyah 32 kali?

Ahli gizi Stacey McIntosh dari University of Utah di AS menjelaskan, tidak ada patokan baku berapa kali idealnya saat mengunyah makanan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved