Sains

Anak-anak yang Sering Bermain di Alam Terbuka, Terbukti Miliki IQ Lebih Tinggi

Studi tersebut mencatat bahwa ruang hijau, seperti taman, area berumput, kebun atau wilayah dengan pepohonan, memberikan manfaat lingkungan dengan men

Deeweez
Kedekatan jarak dengan alam ini juga berkaitan dengan penurunan “perilaku bermasalah” pada anak, seperti agresi dan mencari perhatian. 

Anak-anak yang Sering Bermain di Alam Terbuka, Terbukti Miliki IQ Lebih Tinggi

TRIBUNKALTIM.CO  Sebuah studi menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal di perkotaan tapi memiliki akses ke ruang terbuka hijau, memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dan gangguan perilaku yang rendah.

Dilansir dari The Independent, menurut sekelompok peneliti dari Hasselt Univerity dan Ghent University, area hijau di perkotaan menciptakan “perubahan pada IQ populasi” dan anak-anak memiliki hasil yang lebih baik.

Meski beberapa studi sebelumnya telah mengaitkan hasil positif ruang terbuka hijau bagi perkembangan anak, tapi ini merupakan studi pertama yang meneliti hubungannya dengan IQ.

Para ilmuwan mempelajari lebih dari 700 anak berusia 8-15 tahun dan menemukan bahwa peningkatan 3,3% ruang hijau dengan radius 3 kilometer dari tempat tinggal mereka, berkaitan dengan IQ yang lebih tinggi 2,6 poin.

Baca juga: Masih Berusia 10 Tahun, Anak SD Ini Punya IQ Lebih Tinggi dari Einsten!

Baca juga: Ibu yang Hamil di Usia Lebih Tua Cenderung Melahirkan Anak yang Lebih Pintar

Baca juga: Mengapa Orang Berkacamata Terkesan Lebih Pintar? Ini Faktanya

Lebih lanjut, kedekatan jarak dengan area hijau ini juga berkaitan dengan penurunan “perilaku bermasalah” pada anak, seperti agresi dan mencari perhatian.

Tim peneliti mengatakan, asosiasi tersebut konsisten di berbagai kelompok sosial.

“Studi kami menunjukkan bahwa perencanaan kota hijau penting untuk menciptakan lingkungan optimal bagi perkembangan anak,” kata Esmée Bijens, pemimpin peneliti dari UHasselt and UGhent.

Studi tersebut mencatat bahwa ruang hijau, seperti taman, area berumput, kebun atau wilayah dengan pepohonan, memberikan manfaat lingkungan dengan mengurangi polusi udara dan suara.

Polusi udara dan suara sendiri telah dikaitkan dengan penurunan kognitif. Oleh sebab itu, dilihat dari perspektif kesehatan, ruang hijau terbuka mendorong aktivitas fisik dan mengurangi stres.

“Selain mempromosikan aktivitas fisik, ruang hijau di lingkungan hidup juga dapat meningkatkan kontak sosial. Ia juga berkaitan dengan gejala depresi, kecemasan, dan stres yang jauh lebih rendah,”

Para ilmuwan menggunakan pemetaan satelit untuk mengetahui tempat tinggal peserta penelitian dan jaraknya dari ruang terbuka hijau. Pemodelan komputer yang digunakan tim peneliti juga menyesuaikan dengan "faktor pembaur potensial", meliputi kelamin, usia, pendidikan orang tua, dan pendapatan rumah tangga di lingkungan sekitar.

Editor: Geafry Necolsen

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved