Kesehatan

Terbuat dari Bahan Alami, Bolehkah Bayi Mengonsumsi Madu?

Rasanya yang manis juga membuat madu banyak digemari oleh anak-anak dan orang dewasa.

Shutterstock
Menambahkan madu pada makanan. Rasa madu yang manis juga membuat madu banyak digemari oleh anak-anak dan orang dewasa. 

Terbuat dari Bahan Alami, Bolehkah Bayi Mengonsumsi Madu?

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Selama ini, madu dikenal sebagai bahan alami yang menyehatkan.

Rasanya yang manis juga membuat madu banyak digemari oleh anak-anak dan orang dewasa.

Ada sebagian ibu yang mungkin ingin memberikan bayinya madu karena memiliki nutrisi yang menyehatkan. Namun, bolehkah memberi madu untuk bayi?

Kapan waktu terbaik memberi madu untuk bayi?
Meski punya banyak manfaat bagi kesehatan, madu tidak boleh diberikan pada bayi hingga mereka berusia 1 tahun.

Alasannya adalah madu mengandung spora bakteri (Clostridium botulinum) yang dapat berkembang pada sistem pencernaan bayi yang belum matang.

Ketika spora berubah menjadi bakteri di dalam usus, maka akan menghasilkan neurotoksin yang berbahaya dalam tubuh.

Bagi orang dewasa dan anak-anak di atas 1 tahun, spora ini tidak berbahaya karena mikroorganisme yang biasanya ditemukan dalam usus dapat menjaga bakteri agar tidak tumbuh.

Akan tetapi, hal ini tidak berlaku pada bayi di bawah 1 tahun karena bisa mengakibatkan botulisme. Meski jarang terjadi, kondisi ini bersifat gawat darurat dan dapat berakibat fatal.

Bayi berusia 6 bulan berada pada risiko tertinggi mengalami botulisme. Segera periksakan bayi Anda ke dokter jika bayi menunjukkan gejala-gejala botulisme, seperti:

  • Susah BAB
  • Otot lemah
  • Sulit menyusu
  • Rahang kendur
  • Menangis lemah
  • Tidak nafsu makan
  • Rewel
  • Sulit bernapas
  • Sebagian bayi dapat mengalami kejang.
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved