Sains

‘Ketindihan’ Saat Tidur, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Bayangkan di tengah malam Anda tiba-tiba terbangun dari tidur, tapi tidak bisa bergerak sama sekali.

Editor: Geafry Necolsen
net
Ilustrasi. Bayangkan di tengah malam Anda tiba-tiba terbangun dari tidur, tapi tidak bisa bergerak sama sekali. 

‘Ketindihan’ Saat Tidur, Begini Penjelasan Ilmiahnya

TRIBUNKALTIM.CO, WIKI - Bayangkan di tengah malam Anda tiba-tiba terbangun dari tidur, tapi tidak bisa bergerak sama sekali.

Anda berusaha melihat sekeliling, kosong, gelap total, sangat yakin merasakan kehadiran sesuatu di kamar Anda — atau mungkin menduduki dada Anda, membuat Anda tidak bisa bernapas.

Fenomena ini dikenal sebagai ‘ketindihan’, atau sleep paralysis.

Baca juga: Acute Mountain Sickness, Bikin Lemas Ketika Mendaki Gunung

Baca juga: Dokter Mata & Psychiatrist Juga Berikan Peringatan Efek Samping Obat Dexamethasone, Bikin Halusinasi

‘Ketindihan’ adalah kondisi tidur yang disalahpahami dalam budaya kita sebagai gangguan makhluk halus, ditunggangi oleh entitas gaib, bahkan serangan santet.

‘Ketindihan’ bukan kondisi medis berbahaya, namun bagi sebagian orang bisa menjadi pengalaman yang traumatis; tubuh bagai lumpuh, tidak bisa teriak atau bicara, namun masih bisa menyadari keadaan sekitar membuat diri tidak berdaya.

Sebuah studi terakhir menemukan alasan mengapa fenomena ini bisa terjadi, untuk membantu orang-orang yang pernah mengalaminya merasa lebih baik.

Memercayai ‘ketindihan’ sebagai fenomena mistis akan membuat masyarakat terus terjebak dalam ketakutan yang tidak beralasan.

Selama siklus tidur REM (Rapid Eye Movement), otak akan mengirimkan sinyal (glycine dan GABA) untuk ‘mematikan’ otot-otot tubuh sehingga kita tidak ikut bergerak selama bermimpi.

Ini adalah sebuah keterampilan evolusi yang penting untuk mencegah kita melukai diri sendiri atau teman tidur ketika kita bermimpi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved